ASDP dan BMKG Antisipasi Cuaca Ekstrem pada Arus Balik Lebaran

18 hours ago 2

TEMPO.CO, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem pada arus balik Lebaran 2025. Hal tersebut untuk menjamin kelancaran dan keselamatan penyeberangan lintasan Ketapang-Gilimanuk pada masa mudik tahun ini.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan awal April merupakan periode kemunculan bibit siklon tropis di Lintang Selatan yang dapat berdampak pada kondisi perairan. “Kami perlu melakukan langkah antisipasi dini dan memperkuat koordinasi di wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak, terutama karena waktunya bersamaan dengan puncak arus balik,” ujar dia dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 4 April 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sementara itu, Direktur Keuangan, Teknologi Informasi, dan Manajemen Risiko ASDP Djunia Satriawan mengapresiasi koordinasi antara ASDP, BMKG, dan para pemangku kepentingan lainnya selama arus mudik. “Koordinasi yang baik selama periode mudik telah memastikan kelancaran operasional meskipun ada peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan. Kami berharap tren positif ini berlanjut hingga arus balik,” katanya.

Di lintasan Jawa-Bali, arus balik dari Ketapang ke Gilimanuk sehari setelah Hari Raya Idul Fitri mengalami peningkatan signifikan. Sebanyak 32 kapal beroperasi, dengan total penumpang mencapai 37.943 orang. Angka ini meningkat 24,3 persen dibandingkan tahun lalu. Selain itu, total kendaraan yang menyeberang juga meningkat 24,7 persen menjadi 10.467 unit.

ASDP dan BMKG pun menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi peningkatan gelombang, kecepatan arus, dan kecepatan angin pada arus balik mudik kali ini. Sesuai arahan BMKG, sistem peringatan dini akan diperkuat melalui prosedur operasional standar gabungan.

Sebagai langkah preventif, ASDP dan BMKG juga merencanakan pemasangan radar maritim di pelabuhan untuk mendeteksi kecepatan arus, angin, dan tinggi gelombang secara real-time. Dengan sistem tersebut, respons terhadap perubahan kondisi cuaca dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Adapun optimalisasi kantong parkir juga menjadi perhatian utama. Hal ini untuk menghindari kepadatan di pelabuhan apabila kapasitas mencapai batas maksimal. Di Ketapang, kendaraan penumpang akan diarahkan ke Grand Watudodol dan Dermaga Bulusan, sedangkan kendaraan barang ke Lapangan Sepak Bola Areba dan Terminal Sri Tanjung. Sementara itu, di Gilimanuk, kantong parkir disiapkan di Terminal Kargo, Terminal Bus Gilimanuk, serta Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cekik untuk kendaraan barang.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |