Bukan Kali Ini Penutupan Jalur Pendakian Gunung Gede-Pangrango

19 hours ago 2

TEMPO.CO, Jakarta - Jalur pendakian Gunung Gede-Pangrango di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP) kembali ditutup untuk umum. Penutupan dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas gempa vulkanik yang terdeteksi di kawasan gunung tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan keselamatan pendaki.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Wafid mengatakan aktivitas gempa yang terjadi cukup krusial. Bahkan dalam enam jam bisa terjadi sebanyak 21 gempa vulkanik, melebihi rata-rata harian bulanannya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Kami mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak mendekati atau bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon,” ujarnya.

Penutupan jalur pendakian Gunung Gede-Pangrango bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kawasan ini juga ditutup selama tiga bulan, dari Desember 2024 hingga Maret 2025, untuk pemulihan ekosistem serta mengantisipasi cuaca ekstrem. Penutupan rutin tahunan tersebut dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan di kawasan taman nasional.

Guna cegah pendakian ilegal selama penutupan Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango gencar lakukan patroli. Petugas berjaga di beberapa titik seperti di jalur utama dan sejumlah jalur ilegal. Juga bekerja sama dengan masyarakat sekitar kaki gunung dalam melakukan pengawasan. Jika melihat pendaki, warga sekitar harus segera melapor. 

Selain itu, pada November 2022, jalur pendakian sempat ditutup tanpa batas waktu akibat dampak gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo yang mengguncang Cianjur. Gempa tersebut menyebabkan retakan dan longsoran kecil di beberapa jalur pendakian, seperti Ciputri dan Cibodas.

Setelah gempa ditemukan longsoran kecil dekat jalur pendakian Ciputri dan Cibodas. Gunung Gede Pangrango punya ketinggian 3.019 meter di atas laut. Memiliki tiga jalur pendakian seperti Jalur Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana Sukabumi. 

Pendakian Gunung Gede-Pangrango juga sempat ditutup pada 31 Desember 2019 hingga 31 Maret 2020. Penutupan ini dilakukan sebagai langkah pemulihan ekosistem dan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan pendaki. Saat itu penutupan dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan taman nasional.

Selama periode penutupan, pihak pengelola taman nasional melakukan berbagai kegiatan, termasuk operasi bersih untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung saat jalur pendakian dibuka kembali. Selain itu, penutupan ini juga bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi alam untuk pulih dari dampak aktivitas pendakian yang intensif.

Haris Setyawan dan Dani Aswara berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |