Demo May Day, Efek Rumah Kaca Iringi Orasi Buruh di DPR

8 hours ago 7

TERIK matahari mulai turun ketika ribuan buruh yang melakukan demonstrasi perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 masih bertahan di depan kompleks Gedung DPR/ MPR RI pada Jumat sore, 1 Mei 2026. Di tengah spanduk tuntutan, bendera serikat pekerja, dan suara pengeras dari mobil komando, lantunan melodi tiba-tiba terdengar dari atas mobil pickup tempat orasi.

Sekitar pukul 15.50 WIB, personel grup musik Efek Rumah Kaca naik ke atas mobil orasi yang terparkir tepat di depan gerbang utama parlemen. Tanpa banyak pengantar, gitar mulai berbunyi. Ratusan massa yang sejak siang mengikuti aksi spontan merapat ke depan mobil komando.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Penampilan Efek Rumah Kaca disambut oleh serikat pekerja yang tengah berorasi di mobil-mobil sebelahnya. Tak langsung tampil, mereka sempat mendengarkan sesaat pesan-pesan orasi mengenai hak buruh yang ditujukan kepada pemerintah.

Di tengah kerumunan itu, sang vokalis, Cholil Mahmud kemudian berdiri menghadap massa. Usai menyanyikan lagu pembuka, ia mengangkat suara yang langsung disambut peserta aksi. “Hidup buruh! Bebaskan tahanan politik!” teriak Cholil.

Sorak massa membalas dari berbagai arah. Sejumlah buruh mengangkat tangan, sebagian merekam dengan telepon genggam, lainnya ikut meneriakkan slogan yang sama. Selama sekitar 10 menit, Efek Rumah Kaca membawakan tiga lagu: Rahim Ibu, Mosi Tidak Percaya, dan Di Udara. Di atas mobil orasi, Cholil tampil bersama Poppie pada bass dan Akbar, pemain drum.

Saat intro Mosi Tidak Percaya dimainkan, massa mulai bernyanyi bersama. Beberapa peserta aksi mengibarkan bendera serikat pekerja mengikuti irama. Di antara poster tuntutan soal upah dan perlindungan kerja, lagu-lagu yang biasa terdengar di panggung musik sore itu berpindah ke jalanan.

Penampilan singkat itu tak mengubah inti aksi. Setelah itu, orasi tetap berjalan, tuntutan tetap disuarakan. Namun di tengah panas aspal dan padatnya demonstrasi Hari Buruh Internasional, musik memberi jeda sekaligus energi baru bagi massa yang sejak pagi bertahan di depan gedung parlemen.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |