KOMISI untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) buka suara soal jalannya sidang perdana perkara teror air keras terhadap Andrie Yunus. Wakil Koordinator KontraS itu menjadi korban penyiraman air keras yang dilakukan empat personel Badan Intelijen Strategis atau BAIS TNI.
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menilai penggunaan pasal penganiayaan berat yang dipakai oditur dalam dakwaan tidak tepat. “Seharusnya kasus ini dipandang sebagai pembunuhan berencana dengan penyertaan,” ujar Dimas pada Kamis, 30 April 2026.
Dimas juga mengkritik isi dakwaan yang dinilai mereduksi serangan tersebut menjadi sebatas kasus personal yang dilatarbelakangi dendam pribadi. “Dakwaan itu menutupi keterlibatan aktor lapangan lainnya sebagaimana temuan investigasi independen,” kata Dimas dalam keterangan tertulis.
Menurut Dimas, hasil investigasi yang dilakukan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menunjukkan teror air keras itu berlangsung secara sistematis. Dimas menyebut serangan tersebut melibatkan setidaknya 16 pelaku, termasuk aktor intelektual.
Oditur militer sebelumnya mendakwa para pelaku penyerangan dengan pasal dugaan penganiayaan berat. Keempat pelaku tersebut adalah Sersan Dua Edi Sudarko, Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, Kapten Nandala Dwi Prasetyo, dan Letnan Satu Sami Lakka.
Dalam surat dakwaan disebutkan, para pelaku menyimpan dendam karena Andrie menginterupsi rapat pembahasan revisi Undang-Undang TNI di Hotel Fairmont. “Para terdakwa menilai Andrie Yunus telah melecehkan institusi TNI, bahkan menginjak-injak institusi TNI,” kata oditur dalam persidangan pada Rabu, 29 April 2026.
Sersan Dua Edi Sudarko awalnya menunjukkan video viral yang menampilkan aksi Andrie Yunus saat menginterupsi rapat revisi UU TNI kepada rekannya, Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi. Mereka lalu kembali bertemu beberapa hari kemudian bersama Kapten Nandala Dwi Prasetyo dan Letnan Satu Sami Lakka.
Dalam pertemuan itu, Edi sempat mengutarakan keinginan untuk memukul Andrie sebagai bentuk pelajaran. Namun, Budhi mengusulkan agar mereka tidak memukul korban, melainkan menyiramnya dengan cairan pembersih karat.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)

