Kuliner Lezat saat Arus Balik Lebaran di Jalur Pansela

20 hours ago 3

TEMPO.CO, Jakarta - Selain memberikan kemudahan akses arus balik Lebaran, Jalur Pansela juga menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan, dengan pesona alam yang menghadap langsung ke pantai dan perbukitan hijau yang menyegarkan mata.

Lebih dari sekadar jalur transportasi, Pansela juga menyajikan berbagai kuliner khas dari lima provinsi yang dilaluinya. Mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hingga Jawa Timur, pemudik dapat menemukan beragam makanan dan minuman yang menggugah selera. Setiap daerah memiliki keunikan kuliner tersendiri, sehingga perjalanan mudik tidak hanya menjadi momen untuk pulang kampung, tetapi juga kesempatan untuk mengeksplorasi cita rasa lokal yang kaya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Berikut beberapa kuliner yang ada sepanjang jalan lintas Pantai Selatan Jawa:

1. Angeun Lada, Pandeglang

Dilansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Angeun Lada adalah hidangan khas Banten, terutama dari daerah Pandeglang, Serang, dan Lebak, yang berupa gulai pendamping nasi. Bahan utamanya adalah daging kerbau, dengan rempah-rempah seperti daun Walang, Honje, cabai merah, bawang merah, dan kemiri. Rasanya cenderung pedas dan gurih, dengan daging yang dipotong kecil-kecil serta lemak yang mengapung di dalam kuah. Masakan ini bisa dinikmati saat sarapan, makan siang, atau makan malam.

2. Sate Maranggi, Purwakarta

Sate Maranggi adalah hidangan sate yang tidak hanya terbuat dari daging kerbau, tetapi kini juga menggunakan daging kambing, domba, atau ayam. Proses pembuatannya dimulai dengan mengiris daging kecil-kecil, dibungkus dengan daun pepaya, dan didiamkan selama sekitar tiga jam untuk membuatnya lebih empuk. Bumbu yang digunakan adalah bumbu penyedap, gula merah, dan garam. Setelah matang, sate maranggi disajikan dalam baki (balastrang), di mana pembeli dapat mengambil satu tusuk sate dan meletakkan tusuk sate bekasnya di piring untuk memudahkan penghitungan jumlah sate yang telah disantap.

3. Mangut Beong, Magelang

Mangut Beong adalah masakan khas dari daerah Borobudur, Magelang, yang memanfaatkan ikan beong sebagai bahan utamanya. Ikan beong, yang banyak ditemukan di Sungai Progo dan Sungai Elo yang mengalir di wilayah Borobudur, diolah menjadi hidangan mangut dengan bumbu yang kaya rasa.

4. Orem-Orem, Malang

Orem-Orem adalah masakan khas Kota Malang, Jawa Timur, yang terdiri dari irisan tempe goreng, ayam, dan kuah santan kental. Hidangan ini disajikan dengan ketupat iris, tauge, dan tempe, kemudian disiram dengan kuah yang rasanya mirip dengan sayur lodeh, dengan sedikit rasa pedas. Orem-orem bisa ditambah kecap manis dan sambal sesuai selera.

5. Mie Kocok, Bandung

Mie Kocok adalah makanan legendaris dari Bandung yang sangat populer di kalangan berbagai kalangan usia. Nama "kocok" mengacu pada cara memasaknya, yaitu mengocok mie kuning gepeng dalam wadah logam berlubang, kemudian mencelupkannya dalam air panas. Mie ini disajikan dengan kuah kaldu sapi kental, irisan kikil, taoge, bakso, dan diberi tambahan jeruk nipis, irisan seledri, daun bawang, dan bawang goreng.

6. Nasi Cikur, Tasikmalaya

Kuliner khas Sunda ini banyak ditemukan di Tasikmalaya. Sesuai dengan namanya, nasi ini menggunakan rempah cikur sebagai bahan utama. Nasi dengan rasa gurih ini biasanya disajikan bersama lalapan dan sambal.

7. Yutuk, Kebumen

Mungkin nama yutuk masih asing bagi sebagian orang. Yutuk adalah hewan laut yang juga dikenal dengan sebutan undur-undur laut, dan banyak dijumpai di pesisir pantai Kebumen. Penduduk setempat umumnya mengolah yutuk dengan cara digoreng menjadi bakwan atau rempeyek, lalu disajikan sebagai lauk pendamping pecel.

8. Ayam Lodho, Tulungagung

Masakan ayam khas Tulungagung ini cukup unik karena meski disajikan dengan kuah, ayamnya terlebih dahulu dibakar. Biasanya, ayam pejantan atau ayam kampung yang dipilih untuk hidangan ini. Setelah dibumbui, ayam dibakar terlebih dahulu, kemudian disajikan dalam kuah santan yang memiliki rasa gurih dan pedas.

9. Pecel Gudeg, Jember

Sesuai dengan namanya, kuliner ini adalah perpaduan antara pecel dan gudeg. Hidangan ini terdiri dari nasi, gudeg yang terbuat dari nangka muda, sayuran rebus, serta siraman bumbu pecel dan rempeyek kacang. Warna gudeg pada hidangan ini tidak sekelam gudeg yang biasa ditemukan di Jawa Tengah.

Winda Oktavia turut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan editor: Rekomendasi Destinasi Wisata di Jalur Pansela: Ya Mudik Lebaran, Ya Cuci Mata

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |