Pengelola GBK Belum Tahu Jumlah Pasti Pekerja Hotel Sultan

6 hours ago 1

PUSAT Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) menyatakan hingga kini belum memperoleh data pasti mengenai jumlah pekerja eks Hotel Sultan dan status hubungan kerja mereka. Karena itu, PPKGBK kembali membuka Posko Pelayanan Blok 15 mulai Senin, 22 Juni 2026.

Ketua Tim Transisi Blok 15 GBK Hendry Arisandi mengatakan masih terdapat perbedaan informasi mengenai jumlah pekerja eks Hotel Sultan dan status kepegawaian masing-masing.“Posko akan mencatat identitas, status kepegawaian, riwayat kerja, serta informasi lain yang diperlukan,” kata Hendry dalam keterangan tertulis, Ahad, 21 Juni 2026.

Menurut Hendry, petugas akan memverifikasi data tersebut sebelum menindaklanjutinya sesuai ketentuan ketenagakerjaan. Posko pelayanan berada di Gedung Parkir A, seberang Istora GBK, dan akan beroperasi setiap hari.

Selain mendata pekerja, tim juga akan memindahkan aset bergerak milik PT Indobuildco yang berada di kawasan Hotel Sultan ke gudang penyimpanan pada Senin, 22 Juni 2026. Semula, pemindahan aset dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pagi, 20 Juni 2026, namun kemudian ditunda.

Kuasa hukum Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan PPK GBK, Kharis Sucipto, mengatakan tim masih mempersiapkan proses pengemasan di setiap ruangan. “Sebab terdapat beberapa hal teknis yang harus diperhatikan, seperti keterbatasan lift dan lain-lain. Dengan adanya kebutuhan waktu ini, mover jadinya akan melakukan pengangkutan Senin sore, 22 Juni,” kata Kharis kepada Tempo pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Nantinya, tim akan menyimpan aset-aset tersebut di dua gudang yang berada di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Direktur Umum PPKGBK Hadi Sulistia mengatakan tim akan lebih dulu fokus mengemas aset bergerak milik PT Indobuildco. Langkah itu, menurut dia, diperlukan untuk menjamin proses identifikasi aset berjalan lebih baik.

Selama proses pengemasan berlangsung, manajemen PPKGBK tidak mengizinkan wartawan melihat secara langsung kegiatan tersebut. “Fokus packing dulu agar lebih terjamin keamanan dan proses identifikasi asetnya,” ujar Hadi kepada Tempo.

Sebelumnya, proses eksekusi Hotel Sultan sempat diwarnai kericuhan. Massa melempari aparat dengan batu sebesar kepalan tangan. Sejumlah polisi berlindung di balik kendaraan taktis untuk menghindari lemparan batu.

Kepolisian kemudian merespons dengan menyemprotkan water cannon ke arah massa. Ratusan orang yang berada di lokasi berlarian masuk ke area hotel. Petugas lalu mengejar mereka dan menangkap sebagian peserta aksi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan polisi mengamankan 119 orang yang diduga terlibat dalam kericuhan tersebut. “Masih dalam permintaan keterangan,” kata Budi pada Kamis, 18 Juni 2026.

Annisa Febiola dan Vedro Imanuel Girsang berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |