Penjelasan Pusat Pastoral Soal Pembatalan Pemutaran Film Pesta Babi

3 hours ago 3

PUSAT Pastoral Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta membatalkan pemutaran Film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita besutan sutradara Dandhy D. Laksono dan Cypri Dale dengan alasan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Ketua Komisi Kerasulan Mahasiswa yang membawahi Pusat Pastoral Mahasiswa DIY Romo Agustinus Daryanto mengatakan telah menyampaikan kepada panitia penyelenggara pemutaran film agar menunda kegiatan tersebut. Alasannya Pusat Pastoral merasa perlu membicarakan kepada otoritas yang lebih tinggi. Penyebabnya acara itu memiliki risiko keamanan untuk Pusat Pastoral Mahasiswa maupun komunitas mahasiswa yang berkegiatan di tempat tersebut pada waktu yang sama.

“Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mempersiapkan sistem keamanan dengan pihak penyelenggara yang tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat,” kata Agustinus melalui surat elektronik yang dikirim kepada Tempo pada Kamis, 30 April 2026.

Agustinus menjelaskan kronologi peminjaman tempat untuk pemutaran film oleh Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta. Pusat Pastoral Mahasiswa menerima surat dengan nomor 03.71/LBH-YK/IV/2026 perihal permohonan peminjaman tempat (Pendopo Pusat Pastoral Mahasiswa) pada 22 April 2026. Peminjaman tempat itu untuk keperluan nonton bersama film “Pesta Babi” yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026.

Setelah itu admin Pusat Pastoral Mahasiswa meminta pihak LBH Yogyakarta untuk melengkapi persyaratan peminjaman yaitu mengisi link google form peminjaman tempat. Pengisian google form peminjaman bukan berarti otomatis mendapatkan izin.

Surat permohonan peminjaman tempat tersebut belum mendapatkan persetujuan resmi dari Agustinus. Pada Jumat 24 April 2026 Romo Agustinus Daryanto mendapatkan informasi mengenai flyer kegiatan “Nonton Bareng Film Pesta Babi” yang diunggah melalui akun Instagram LBH Yogyakarta di mana PPM DIY menjadi tempat penyelenggaraan.

“Saya yang merasa belum pernah mengetahui surat permohonan peminjaman tempat kemudian melakukan konfirmasi pada pihak penyelenggara,” katanya.

Sebelumnya, Staf bantuan hukum Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta Wetub Toatubun mengatakan panitia semula menjadwalkan pemutaran Film Pesta Babi pada Sabtu sore, 25 April 2026, di Pendopo Pusat Pastoral Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta.

Namun, Sabtu pagi, Pusat Pastoral Mahasiswa membatalkan acara tersebut dengan alasan isunya sensitif. Wetub mendengar informasi bahwa Pusat Pastoral sebelumnya mendapatkan telepon dari sekelompok orang dari organisasi masyarakat tertentu dan anggota polisi.

Namun, Wetub tidak merinci identitas ormas dan aparat kepolisian. “Tuduhannya film dan acara ini bicara gerakan separatis,” kata Wetub dihubungi pada Ahad, 26 April 2026.

Wetub menyebutkan panitia telah mengajukan surat permohonan peminjaman tempat kepada Pastoral sejak dua hari sebelum ada acara. Panitia telah mengikuti prosedur peminjaman tempat sesuai ketentuan Pusat Pastoral Mahasiswa di antaranya surat, mengisi pendaftaran, dan foto kopi kartu tanda penduduk.

LBH juga telah mengajukan surat pemberitahuan kepada polisi setempat ihwal rencana pemutaran tempat. Tapi, tiba-tiba Pusat Pastoral membatalkannya.

Selain memutar film, panitia yang di antaranya melibatkan LBH Yogyakarta dan Organising Institute berencana menggelar diskusi dengan mengundang peneliti Institute of Southeast Asian Studies-Yusof Ishak Institute, Made Supriatma, dan Laksmi Savitri Mahrus dari Pusaka Bentala sebagai narasumber. Selain diskusi, panitia menyiapkan pameran, mural, orasi politik, sablon kaus, dan pangan lokal.

LBH Yogyakarta kemudian mengumumkan pembatalan pemutaran film itu melalui akun Instagram. Menurut Wetub, panitia telah mencari tempat untuk memutar film itu di sejumlah kafe. Namun, sejumlah pemilik kafe di Yogyakarta menyatakan tidak berani memutar dengan alasan berisiko.

Padahal, film ini, kata Wetub, penting agar publik mengetahui fakta kerusakan Papua dan berbagai kejahatan hak asasi manusia, misalnya, perampasan tanah adat dan kekerasan militer.

Pilihan Editor: Penyebab Film Pesta Babi Batal Diputar di Yogyakarta

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |