Polisi akan Periksa Kejiwaan Taufik Hidayat

1 hour ago 3

POLISI akan memeriksa secara menyeluruh kesehatan pelaku penganiayaan berat terhadap YTR, Taufik Hidayat. Taufik menyekap dan menyiksa korban selama tiga tahun lamanya di sebuah indekos di Cileunyi, Bandung, Jawa Barat.

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudi Setiawan mengatakan penyidik akan memeriksa kondisi kejiwaan Taufik. "Ini sesuatu yang tidak wajar, sesuatu yang di luar kebiasaan seseorang terhadap kekasihnya," ujar Rudi, pada Rabu, 24 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kepolisian telah melaksanakan tes urine terhadap Taufik. Dia dipastikan dalam keadaan negatif dari pengaruh zat narkotika. Namun, Taufik mengakui dirinya dalam pengaruh alkohol ketika menyiksa YTR. 

Rudi menuturkan, Taufik mengaku mengonsumsi minuman keras sejenis anggur hitam dengan merek Intisari. "Dia tadi sempat menyatakan bahwa dia juga menyesal karena ini dilakukan di bawah kesadarannya akibat konsumsi alkohol," kata Rudi dalam keterangannya. 

Kepolisian kini menempatkan Taufik dalam ruang tahanan khusus yang sudah dilengkapi dengan kamera CCTV. "Penahanan di sel khusus yang sudah dipasang CCTV dan berada sendiri dalam pengawasan kami," ucap Rudi seperti dilansir dari Antara. 

Taufik sebelumnya telah diringkus oleh polisi di wilayah Majalaya, Bandung. Menurut Rudi, pria itu sebetulnya sempat kabur ke Tangerang namun memutuskan balik ke Bandung akibat merasa tidak aman dan kebingungan.

Rudi mengatakan, keberadaan pelaku berhasil terlacak melalui transaksi yang dilakukannya secara daring. "Ini menjadi petunjuk buat kita. Oleh sebab itu, para tim yang bertugas di Majalaya tetap berada di sana," tutur Rudi seperti dilansir dari Antara

Tim penyidik kala itu berpencar untuk mencari Taufik di sekitar wilayah perumahan di Majalaya. Kepolisian akhirnya menemukan Taufik pada malam harinya dan langsung menangkap lalu membawanya ke Markas Polda Metro Jaya. 

Rudi memastikan sejauh ini tidak ditemukan keterlibatan pihak lain yang membantu pelaku bersembunyi selama dalam pelarian. “Yang kita lihat ini pergerakannya sendiri, tidak ada bantuan orang lain," kata Rudi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |