Polisi Kini Buru Para Pembeli Senjata Api Rakitan Ki Bedil

1 day ago 2

BADAN Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia menangkap tersangka perakitan senjata api dan bahan peledak ilegal berinisial TS alias Ki Bedil. Kepala Satuan Reserse Mobil Bareskrim Polri Komisaris Besar Teuku Arsya Khadafi mengatakan polisi kini tengah melacak sejumlah pembeli senjata dari Ki Bedil di beberapa daerah.

“Pengembangan akan dilakukan kepada para pelaku yang saat ini sudah membeli senjata dari Ki Bedil dan sudah menggunakannya,” kata Arsya pada Ahad, 12 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia menyampaikan pengembangan penanganan kasus ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kejahatan jalanan, khususnya pelaku street crime dan pelaku yang menggunakan senjata api. “Sehingga harapannya, dengan tertangkapnya Ki Bedil, kami bisa menurunkan tingkat kejahatan di masyarakat,” tuturnya.

Polisi menangkap Ki Bedil pada Senin, 6 April 2026, di kediamannya di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Di rumahnya, polisi menyita empat popor laras panjang dan beberapa peralatan untuk membuat senjata api.

Arsya menjelaskan, Ki Bedil adalah seorang perakit senjata api yang lama dikenal dalam dunia kriminal jalanan. "Ki Bedil terkenal di kalangan street crime dan pemburu ilegal. Senjata buatannya sangat baik dan berfungsi serta memiliki akurasi yang tinggi," kata Arsya.

Sebelum Ki Bedil, polisi lebih dulu menangkap AS di Jalan Raya Cipancing, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Senin, 6 April 2026. Dari AS, polisi menyita pistol SIG Sauer P226 beserta magasin, dua butir peluru kaliber 22 milimeter, dan satu sampel senjata laras panjang yang belum jadi. Polisi juga menggeledah rumah AS dan menemukan ratusan peluru berbagai kaliber, dari 5 mm hingga 380 mm.

Arsya mengatakan selama 20 tahun Ki Bedil tak pernah bertransaksi langsung dengan pembeli. Dia menjual senjata buatannya melalui perantara, seperti AS.

Senjata buatan Ki Bedil dijual dengan harga Rp 15-20 juta setiap unit. Perbedaan harga ini ditentukan berdasarkan jenis dan tingkat kerumitan pembuatannya.

Hammam Izzuddin berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |