PUSAT Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat pola deposit judi online pada aktivitas judi bola dalam momen Piala Dunia 2026 lebih besar dari jenis judi online lainnya. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan transaksi deposit judi bola saat ini mayoritas menggunakan QRIS.
"Pola transaksi taruhan sepak bola cenderung lebih besar dari segi rata-rata per transaksi, jika dibandingkan dengan deposit judol pada website permainan judol yang umum," kata Ivan saat dikonfirmasi pada Selasa, 16 Juni 2026.
Ivan belum merinci nominal rata-rata transaksi deposit judi bola yang terdeteksi PPATK. Namun, kata dia, jumlah depositnya umumnya meningkat pada periode akhir pekan dan melonjak pada periode turnamen besar sepak bola seperti Piala Dunia 2026.
PPATK juga mendeteksi para operator judi online menggunakan rekening bank nominee yang mayoritas hasil jual beli sebagai layering transaksi hasil deposit yang terkumpul lewat QRIS. "Rekening dormant cenderung tidak lagi digunakan," kata Ivan.
PPATK pun berkoordinasi dengan Kepolisian RI atau Polri untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas judi online pada perhelatan Piala Dunia 2026. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya juga mengaktifkan kembali Satuan Tugas Antimafia Bola.
Listyo menyebut, langkah tersebut untuk mengantisipasi perjudian bola menjelang perhelatan Piala Dunia 2026. “Jadi tentunya satgas ini akan kami hidupkan kembali, sehingga jangan sampai nanti terkait dengan masalah hiburan Piala Dunia ini kemudian dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk melakukan pelanggaran,” kata Sigit kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu, 10 Juni 2026.
Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada 12 Juni hingga 20 Juli 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ajang sepak bola internasional tersebut diikuti oleh 48 tim.


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263253/original/068977400_1750812433-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__10_.jpg)














