Prabowo Heran Orang Pintar dan Berpangkat Tinggi Jadi Maling

4 hours ago 2

PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan heran dengan orang-orang yang pintar dan berpangkat tinggi, tapi masih melakukan korupsi. Prabowo mengaku tidak habis pikir dengan mereka.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Yang saya sedih, orang semakin tinggi pangkat, banyak yang semakin enggak jelas. Saya heran, semakin pintar, banyak yang pintar, pintar maling. Enggak habis pikir aku. Enggak habis pikir," kata Prabowo saat menghadiri perayaan Hari Buruh Internasional di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026.

Kondisi itu, kata Ketua Umum Partai Gerindra ini, berbeda dengan jika dirinya bersama para buruh, petani, hingga nelayan. Menurut Prabowo, orang yang bekerja dengan keringat dan tangannya sendiri ada orang yang mulia. Berdasarkan pengalamannya, Prabowo berujar mereka adalah orang-orang yang jujur dan ikhlas.

Maka dari itu, Prabowo menyatakan terpanggil ingin berjuang untuk negara dengan jadi tentara. Tapi setelah pensiun dia justru kaget melihat kenyataan banyak orang masih susah.

"Saya telah mempertaruhkan nyawa saya berkali-kali untuk bangsa ini, tapi saya melihat banyak elite-elite yang curi uang rakyat. Bukan ini yang saya perjuangkan, bukan negara yang dirampok oleh maling maling, saya tidak rela," ucapnya.

Prabowo menyatakan tidak rela pejabat pemerintah yang diberi kepercayaan oleh rakyat malah korupsi. "(Mereka) justru bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha brengsek, dengan pengusaha-pengusaha serakah," tutur dia.

Tahun ini, peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta terbelah di dua titik lokasi. Keduanya di area Monas, Jakarta Pusat dan depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta Pusat.

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia bersama Partai Buruh memperingati May Day di Monas. Namun kegiatan mereka bukan demonstrasi. May Day di Monas dilakukan dalam bentuk perayaan dengan menghadirkan Presiden Prabowo Subianto.

Sejumlah organisasi serikat pekerja memilih tidak bergabung dalam perayaan May Day 2026 di Monas bersama penguasa. Mereka yang menolak itu tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak.

Aliansi ini terdiri dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), Federasi Serikat Buruh Makanan dan Minuman (FSBMM), serta organisasi dari berbagai unsur elemen masyarakat.

Mereka bakal berdemonstrasi menyampaikan tuntutan di depan gedung DPR, Jakarta saat peringatan Hari Buruh pada Jumat siang,1 Mei 2026.

Ketua Konfederasi KASBI Sunarno mengatakan aksi yang digelar kelompoknya berbeda dengan yang diselenggarakan oleh KSPSI di Monas. Dia menyatakan peringatan Hari Buruh di depan gedung DPR sebagai aksi yang mandiri dan independen.

“Perayaan May Day yang diselenggarakan di Monas menurut kami syarat dengan narasi mainstream dan kooptasi kekuasaan,” ucapnya.

Andi Adam Faturahman dan Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Mengapa Konflik di Papua Tak Kunjung Padam

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |