Wali Kota Mojokerto Ning Ita Terinspirasi Nilai Kartini dalam Memberdayakan Perempuan

8 hours ago 6

INFO CANTIKA.COM - Dalam memperingati Hari Kartini, Cantika menghadirkan kampanye bertajuk “Kartini Kini: Jejak Nilai dalam Langkah Perempuan Pemimpin Hari Ini”. Inisiatif ini menjadi ruang refleksi untuk melihat bagaimana nilai-nilai yang diwariskan Raden Ajeng Kartini tidak sekadar dikenang, tetapi terus tumbuh dan diwujudkan dalam kepemimpinan perempuan masa kini.

Melalui beragam perspektif dan peran perempuan, kampanye ini menyoroti praktik kepemimpinan yang nyata dan berdampak. Sekaligus, menghadirkan sosok perempuan pemimpin sebagai representasi Kartini masa kini -figur yang relevan, tangguh, dan dekat dengan keseharian generasi muda.

Semangat RA Kartini tak pernah pudar oleh waktu. Nilai-nilai perjuangannya, mulai dari pentingnya pendidikan, kesetaraan, hingga keberanian perempuan untuk melangkah maju, terus hidup hingga saat ini. Hal tersebut juga tercermin dalam berbagai program dan inovasi yang dijalankan oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau biasa disapa Ning Ita.

Bagi Ning Ita, nilai-nilai yang diperjuangkan Kartini masih terus relevan bahkan sampai hari ini, perjuangannya juga menjadi inspirasi nyata bagi perempuan Indonesia masa kini. Ika menegaskan bahwa nilai pantang menyerah bisa menjadi legacy di segala bidang untuk mewujudkan kesetaraan. Berikut petikan wawancara Cantika bersama Ika Puspitasari pada Rabu, 28 April 2026.

Apa nilai-nilai dari sosok Raden Ajeng Kartini apa yang Ibu pegang di masa sekarang?

Saya baru mendapat pencerahan bahwa Kartini muda ternyata pernah nyantri dan belajar kepada KH Sholeh Darat, salah satu yang dipelajari adalah tafsir Al-Qur’an dalam bahasa Jawa.

Yang menarik, surat-surat Kartini terinspirasi dari surat Al-Insyirah ayat 5-6 yang artinya, “Sesungguhnya di setiap kesulitan ada kemudahan”. Itu menjadi keyakinan beliau dalam menghadapi realitas perempuan yang saat itu berada di posisi kelas dua dalam tradisi Jawa.

Nilai itu masih sangat relevan sampai hari ini, bahwa dalam setiap tantangan, pasti ada jalan keluar selama kita yakin dan terus berjuang.

Bagaimana Ibu menerapkannya dalam kepemimpinan?

Hari ini kita berbicara tentang kesetaraan gender yang sudah mulai terwujud. Maka tugas saya adalah memastikan kebijakan yang dibuat berkeadilan untuk semua tidak hanya perempuan, tapi juga kelompok minoritas, termasuk penyandang disabilitas dan waria. Prinsipnya bagi saya sederhana,  tidak boleh ada diskriminasi. Semua harus mendapat akses dan kesempatan yang sama.

Program apa saja yang menyentuh kebutuhan perempuan dan mengubah kehidupan mereka? 

Banyak sekali. Kalau bicara data, sekitar 59,9 persen warga Kota Mojokerto adalah perempuan. Artinya, kebijakan memang harus banyak menyasar perempuan.

Contohnya, antara lain program pemberdayaan UMKM dengan pelatihan, pendampingan, dan bantuan modal Dari sekitar 27.900 UMKM, lebih dari 17.000 dikelola perempuan. Program peningkatan kapasitas agar UMKM bisa naik kelas

Kami juga punya Forum PUSPA, singkatan dari Pusat Partisipasi Publik untuk Perempuan dan Anak, yang di dalamnya ada program “Sekoper” atau Sekolah Perempuan. Di sana, perempuan bisa memilih kegiatan sesuai kebutuhan mulai dari penguatan ekonomi hingga pemberdayaan dan skill. 

Selain itu, perempuan kepala keluarga juga menjadi perhatian kami. Banyak perempuan yang harus menanggung kebutuhan keluarga sendiri. Kami berdayakan mereka lewat pelatihan dan peningkatan penghasilan. Selain itu, untuk anak-anak yatim, pemerintah memberikan bantuan pendidikan beasiswa dan bantuan sosial, termasuk saat Lebaran. Tujuannya jelas agar bisa meringankan beban dan memastikan mereka tetap punya masa depan.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Jakarta, Rabu, 29 April 2026. Dok. Cantika.com

Bagaimana strategi Ibu dalam mendorong peran perempuan di sektor ini UMKM? 

Mayoritas pelaku UMKM di Kota Mojokerto adalah perempuan, yakni sekitar 65–70 persen. Saya melihat kelebihan perempuan itu lebih ulet dan telaten. Jadi ketika diberi pelatihan dan pendampingan, hasilnya juga lebih optimal.

Kami punya berbagai program berkelanjutan yakni pelatihan peningkatan skill, pendampingan usaha, dan memfasilitasi akses pemasaran. Termasuk yang paling diminati sekarang adalah pelatihan digital marketing. Mereka belajar jualan lewat platform online, termasuk bagaimana masuk ke e-katalog pemerintah.

Bagi generasi Z, apa pesan Ibu tentang menjadi perempuan generasi muda yang berdampak positif hari ini?

Kalau kita melihat Kartini dari perspektif hari ini, yang paling menonjol adalah ketangguhan dan sikap pantang menyerah. Ini justru agak kontras dengan generasi sekarang yang hidup di era serba digital, di mana tantangan mental dan kecemasan juga lebih besar. Karena itu, Kartini sangat relevan untuk dijadikan role model.

Pesan saya sederhana, jangan mudah menyerah, jangan patah semangat, dan tetap tangguh menghadapi perubahan

Sebab, dunia hari ini memang sangat dinamis dan sulit diprediksi. Tapi satu hal yang pasti adalah perubahan itu sendiri. Dan sebagai manusia, kita sudah dibekali kemampuan untuk beradaptasi. Tinggal bagaimana kita menggunakannya.

Seperti yang menjadi inspirasi Kartini dalam surat Surah Al-Insyirah “Di setiap kesulitan, pasti ada kemudahan”. (*)

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |