Zona Kuburan Paus Purba 1.200 Km Ditemukan di Samudra Hindia

3 hours ago 3

ILMUWAN menemukan kuburan paus raksasa di dasar Samudra Hindia yang membentang lebih dari 1.200 kilometer. Kawasan yang dinamai Zona Nekropolis Diamantina itu disebut sebagai akumulasi bangkai dan fosil paus terbesar yang pernah ditemukan.

Temuan tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Nature pada 10 Juni lalu. Para peneliti menemukan sedikitnya 476 fosil paus dan lima bangkai paus yang relatif baru di kedalaman 4.200-7.000 meter.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Peneliti dari Chinese Academy of Sciences, Xiaotong Peng, bersama timnya menemukan fosil-fosil tersebut setelah melakukan 32 kali penyelaman menggunakan kapal selam penelitian Fendouzhe di kawasan tenggara Samudra Hindia. Area survei yang diteliti mencakup sekitar 0,64 kilometer persegi.

Berdasarkan hasil pengamatan, para peneliti memperkirakan terdapat tujuh hingga delapan bangkai paus dan sekitar 750 fosil paus per kilometer persegi di kawasan tersebut. Sebagian fosil yang ditemukan diperkirakan berusia lebih dari 5 juta tahun.

“Wilayah itu membentang lebih dari 1.200 kilometer (750 mil), yang benar-benar sulit dipercaya,” kata kurator mamalia laut fosil Smithsonian National Museum of Natural History, Nick Pyenson, dikutip dari laporan Live Science, 11 Juni 2026. “‘Megasitus’ adalah istilah yang sangat tepat. Saya pikir mereka telah menemukan sesuatu yang benar-benar istimewa,” lanjutnya.

Bangkai terbesar yang ditemukan merupakan kerangka paus minke Antartika sepanjang lima meter. Namun, sebagian besar sisa-sisa yang ditemukan berasal dari paus berparuh, kelompok mamalia laut yang masih minim dipahami karena hidup di lautan terbuka dan sering menyelam ke kedalaman ekstrem.

Lima bangkai paus yang masih aktif menjadi habitat berbagai organisme laut dalam. Para peneliti menemukan bakteri yang hidup tanpa cahaya dan oksigen memecah minyak dalam tulang paus dan menghasilkan hidrogen sulfida. Proses tersebut mendukung kehidupan beragam organisme seperti ubur-ubur, bintang ular laut, cacing pemakan tulang Osedax, dan moluska bivalvia dengan kepadatan mencapai 2.840 individu per meter persegi.

Tim peneliti juga menduga banyak organisme yang hidup di sekitar bangkai paus tersebut merupakan spesies yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya. Dari seluruh sampel yang dianalisis menggunakan DNA, hanya satu yang berhasil diidentifikasi hingga tingkat spesies, yakni kerang laut dalam Abyssogena southwardae.

“Kepadatannya luar biasa, begitu pula fakta bahwa kemungkinan besar semuanya baru bagi ilmu pengetahuan,” kata kurator paleontologi Calvert Marine Museum, Stephen Godfrey, yang juga tidak terlibat dalam penelitian itu.

Penelitian tersebut juga menemukan komunitas whale fall terdalam yang pernah tercatat, dengan salah satu lokasi berada di kedalaman sekitar 6.700 meter atau sekitar 2.500 meter lebih dalam dibandingkan lokasi serupa yang sebelumnya diketahui.

Menurut studi, fosil tertua berasal dari paus berparuh purba genus Pterocetus yang hidup sekitar 5,3 juta tahun lalu pada awal zaman Pliosen. Para peneliti juga mengidentifikasi spesies baru yang diberi nama Pterocetus diamantina, sekaligus menunjukkan bahwa kawasan tersebut telah menjadi tempat akumulasi sisa-sisa paus selama jutaan tahun dan masih terus terbentuk hingga saat ini.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |