Asia Newborn Conference Ajak Fotografer Jelajahi Dunia Fotografi Bayi Baru Lahir

21 hours ago 4

TEMPO.CO, Jakarta - CEO & Founder of BabyProps sekaligus Founder Asia Newborn Conference Lucia mengajak para fotografer untuk menjelajahi dunia fotografi bayi baru lahir. Menurut Lucia, Asia Newborn Conference sebuah acara pertama di Asia yang menghadirkan fotografer kelas dunia, pakar industri, dan wirausahawan kreatif dalam satu acara. "Konferensi ini adalah sebuah gerakan untuk mengangkat industri fotografi newborn melalui edukasi, inovasi dan komunitas," katanya pada pertengahan Maret 2025 di Jakarta. 

Menurut Lucia, dalam hal edukasi, para fotografer bisa meningkatkan keterampilan dan wawasan mereka di dunia fotografi bayi baru lahir. Konferensi ini pun mengajak para fotografer melihat berbagai inovasi tenologi dan tren di industri fotografi. Selain, itu, ia pun mengklaim para fotografer bisa membangun jaringan profesional yang kuat dan saling mendukung. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lucia mengatakan dengan tema ‘Starts With You’, timnya ingin menekankan bahwa kesuksesan seorang fotografer tidak hanya bergantung pada keterampilan teknis, tetapi juga pada mindset, branding, dan inovasi yang terus berkembang.

Konferensi Pers Asia Newborn Conference (ANS) 2025 pada 21 Maret 2025/ANS

Terdapat beberapa masterclass dan photography expo pada Asia Newborn Conference itu. Dari segi masterclass, Lucia mengundang beragam pembicara dari beberapa latar belakang, tidak hanya soal dunia fotografi. Misalnya ada pelatihan teknik wrapping & posing bayi oleh Ana Brandt, seorang fotografer bayi baru lahir asal California. Menurut Lucia, ia sudah 25 tahun berpengalaman dalam fotografi bayi baru lahir. Fotografer diajak untuk belajar bagaimana membungkus dan menangani bayi yang siap menjadi model foto. "Proses pemotretan bayi baru lahir butuh keahlian khusus," kata Lucia.

Ada pula sesi seni & bisnis fotografi oleh Darwis Triadi fotografer senior Indonesia. Ada pula pelatihan lampu dan videografi oleh fotografer Amerika Serikat Alex Robles. Ada pula kelas bertema kecerdasan buatan dan fotografi oleh fotografer asal India, Falguni Kharwa. Lucia menambahkan bahwa fotografi saat ini tidak bisa terlepas dari kecerdasan buatan. Dengan kelas ini, masyarakat bisa mengoptimalkan kecerdasan buatan untuk mendapatkan foto terbaik mereka.

Kemudian ada pula kelas personal branding dan marketing untuk fotografer oleh konsultan karier Fellexandro Ruby. Terakhir ada kelas pemilihan properti fotografi serta kesesuaian warna dalam fotografi bayi baru lahir oleh fotografer Indonesia Fanny Nurdiana. "Akan ada diskusi soal bagaimana para fotografer menghadali tantangan fotografi bayi baru lahir ini. 

Fotografer pun bisa langsung mencoba dan mengeksplorasi berbagai produk dari vendor ternama, termasuk perusahaan cetak, pemasok kertas, dan produsen album foto. "Kami mencoba menghubungkan antara fotografer dan berbagai kebutuhan lainnya di dunia fotografi. Ini bukan sekadar pameran, tetapi juga marketplace inovasi, di mana fotografer bisa menemukan cara baru untuk mengubah karya mereka menjadi produk bernilai tinggi," kata Lucia.

Ini bukan sekadar conference atau workshop fotografi, tetapi gerakan untuk mengangkat industri fotografi newborn, dari hulu ke hilir, dan memberikan dampak besar bagi komunitas kreatif. "Kami mengundang semua fotografer—baik pemula maupun profesional—untuk bergabung, belajar dari para ahli, dan membawa bisnis mereka ke level berikutnya. Sampai bertemu di Asia Newborn Conference, 16-17 Mei 2025," kata Lucia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |