Hoaks Incar Status Janda, Simak Daftarnya Biar Tak Terpengaruh

1 day ago 4

Berita ini membuatmu penasaran?

Apa saja stigma negatif yang sering melekat pada janda di Indonesia?Benarkah ada pajak khusus 16% untuk janda dan duda mulai 1 Januari 2025?Apakah informasi bocornya nomor telepon janda di media sosial itu benar?

Baca artikel ini 6x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks status janda beredar di masyarakat. Informasi palsu ini beredar di media sosial, dikemas dengan narasi yang beragam dan meyakinkan menciptakan kebingungan dan kekhawatiran.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah mengungkap sejumlah hoaks terkait status janda, keberadaan hoaks tersebut menuntut masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayainya atau menyebarkannya lebih lanjut.

Berikut kumpulan hoaks yang mengincar status janda hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Purbaya Bagikan Bantuan Hibah dari Arab Saudi untuk Janda Rp 1,5 Miliar

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Menteri Keuangan ( Purbaya bagikan bantuan hibah dari Arab Saudi untuk janda Rp 1,5 miliar, informasi tersebut diunggah salah satu akun TikTok.

Klaim Menkeu Purbaya bagikan bantuan hibah dari Arab Saudi untuk janda Rp 1,5 miliar, berupa video yang didalamnya menayangkan tulisan, berikut tulisannya.

"Viral Janda Kaya Mendadak Meangis Terharu Telah Menerima Bantuan Dana Hibah Dari Arab Saudi Masuk ke Rekening Seberar 1,5 Miliar Yang Di Berikan Oleh Bpk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa"

Dalam video tersebut terlihat wanita sedang menangis diiring dengan narasi suara berikut.

"Viral janda berumur 22 tahun mendadak kaya, seorang janda yang bernama Amelia Widayanti asal Palembang mendadak kaya setelah dirinya menerima bantuan dana hibah. Terlihat rekeman video pendek dirinya menangis terharu karena dibantu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa."

Tayang video berlanjut dengan menampilkan Purbaya yang sedang berbicara, berikut narasinya.

"Tidak ada yang tidak saya berikan bantuan semua saya berikan bantuan dengan cara menghubungi saya".

Benarkah Klaim Menkeu Purbaya bagikan bantuan hibah dari Arab Saudi untuk janda Rp 1,5 miliar? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......

Janda dan Duda Dikenakan Pajak 16 Persen per 1 Januari 2025

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim janda dan duda dikenakan pajak 16 persen mulai 1 Januari 2025, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 20 Desember 2024.

Klaim janda dan duda dikenakan pajak 16 persen mulai 1 Januari 2025 menampilkan foto Menteri Keuangan Sri Mulyani dan di dalamnya terdapat tulisan sebagai berikut.

"Mulai 1 Januari 2025 yang statusnya Janda/Duda akan dikenakan pajak 16 % hitung dari masa lama status menjanda atau mendudanya."

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Salam interaksi

Mentri Keuangan RI Bilang yang janda/Duda kena pajak 16% hahaha

ayoo buruan cari pria dan wanita gays 😂😂 😂😂"

Benarkah klaim janda dan duda dikenakan pajak 16 persen mulai 1 Januari 2025? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

Pemerintah Wajibkan Poligami untuk Antisipasi Jumlah Janda

Beredar di media sosial postingan artikel berita yang menyebut pemerintah mewajibkan poligami bagi setiap laki-laki dewasa untuk mengantisipasi jumlah janda. Posting-an itu banyak disebarkan sejak akhir pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mem-posting-nya pada 6 Maret 2022.

Dalam posting-an tersebut terdapat posting-an artikel berita dari Kompas.com dengan gambar Wakil Presiden RI, Maruf Amin. Posting-an tersebut disertai narasi:

"Untuk antisipasi meningkatnya jumlah janda di Indonesia, pemerintah mengambil kebijakan wajib berpoligami bagi setiap laki-laki dewasa baik yang belum menikah maupun yang sudah beristri. Pemerintah akan memberikan hak dan melindungi setiap warganya yang berpoligami hingga 4 istri. Bagi istri-istri yang menolak dipoligami akan dikenakan sanksi pidana kurungan dua tahun penjara dan membayar denda 100 juta,"

Akun tersebut juga menambahkan narasi: "Bagaimana menurut antum semua? Kalo saya si setuju² aja"

Lalu benarkah posting-an yang menyebut pemerintah mewajibkan poligami bagi setiap lak-laki dewasa untuk mengantisipasi jumlah janda? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email [email protected].

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |