JD Vance: AS Ingin Memulai Ulang Hubungan dengan Iran

8 hours ago 9

WAKIL Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan pemerintah Presiden Donald Trump melihat peluang untuk memulai ulang hubungan dengan Iran setelah 47 tahun permusuhan. Namun, ia menegaskan Washington tidak akan menyetujui perjanjian apa pun yang memungkinkan Teheran memiliki senjata nuklir.

Menurut laporan Middle East Monitor, Vance menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa, 19 Mei 2026. Ia mengatakan Trump meminta pemerintahannya untuk terus membuka ruang diplomasi dengan Iran.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kami memiliki kesempatan di sini, menurut saya, untuk memulai ulang hubungan yang telah ada antara Iran dan Amerika Serikat selama 47 tahun,” kata Vance.

Diplomasi Tetap Diutamakan

Dilansir dari Fox News, Vance mengatakan Trump masih mengupayakan penyelesaian diplomatik dengan Iran. Menurut dia, pemerintah Amerika menilai Iran juga ingin mencapai kesepakatan.

“Kami pikir Iran ingin membuat kesepakatan,” ujar Vance. “Presiden Amerika Serikat meminta kami untuk bernegosiasi dengan itikad baik. Dan itulah yang telah kami lakukan.”

Menurut Vance, ada dua kemungkinan yang kini terbuka. Pertama, tercapainya kesepakatan yang secara permanen mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Ancaman Militer AS

Vance menegaskan Washington tidak akan menerima kesepakatan yang membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. “Kami tidak akan memiliki kesepakatan yang memungkinkan Iran memiliki senjata nuklir,” kata dia.

Jika perundingan gagal, kata Vance, Trump siap kembali menggunakan kekuatan militer. “Seperti yang baru saja dikatakan presiden kepada saya, kami siap sepenuhnya. Kami tidak ingin menempuh jalan itu. Tetapi presiden bersedia dan mampu menempuh jalan itu jika memang harus,” ujarnya.

Vance menyebut opsi kedua adalah memulai kembali serangan militer Amerika Serikat untuk mencapai tujuan Washington. Meski demikian, ia mengatakan langkah tersebut bukan pilihan yang diinginkan Trump.

Ia menambahkan, “Ada opsi B, yaitu kami dapat memulai kembali kampanye militer untuk terus menjalankan misi dan mencapai tujuan Amerika. Tetapi itu bukan yang diinginkan presiden. Dan saya rasa itu juga bukan yang diinginkan Iran.”

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |