Jurus Pramono Anung Hadapi Pendatang Baru di Jakarta Usai Lebaran: Tak Ada Operasi Yustisi

1 day ago 5

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi menyambut para pendatang baru dan memastikan tidak akan melakukan operasi yustisi kependudukan usai musim lebaran 2025. Sebagai gantinya, Parmono Anung melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) akan mengecek data kependudukan para pendatang baru.

“Pemerintah Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisi, tetapi kami akan melakukan pengecekan kependudukan,” ujar Pramono Anung di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Kamis, 27 Maret 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pramono mengatakan potensi ramainya pendatang ke Jakarta usai perayaan Idul Fitri besar sebab masih menjadi daerah dengan daya tarik yang tinggi untuk mengadu nasib. Besarnya potensi kedatangan pendatang baru, Pramono mengatakan pengecekan data kependudukan bagi para pendatang baru menjadi syarat administrasi kependudukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban penduduk di Jakarta.

Beberapa tahun sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta sering kali mengimbau agar warga Jakarta yang merayakan lebaran di kampung halamannya tidak mengajak dan membawa sanak saudara, kerabat, ataupun keluarga lainnya saat kembali ke Jakarta. Namun pada tahun ini, Pramono Anung mempersilakan pendatang untuk datang dan terbuka bagi siapa pun yang ingin memperbaiki nasibnya.

“Sebab, kami pun pasti pernah bermimpi untuk memperbaiki nasib di Jakarta. Oleh karena itu, kami membuka kesempatan bagi yang ingin melakukan hal yang sama,” kata Pramono.

Sebelumnya, Pramono mengatakan akan melakukan pendekatan yang humanis bagi pendatang baru Jakarta bahkan Pemprov Jakarta akan mengaktifkan fasilitas balai latihan kerja dan balai rakyat untuk membantu masyarakat mempersiapkan diri dengan berbagai pelatihan keterampilan sebelum masuk ke dunia kerja.

“Di Jakarta juga akan ada balai latihan kerja, tempat-tempat melakukan latihan,” kata Pramono di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu malam, 22 Maret 2025.

Bahkan di dalam balai latihan kerja, Pemprov Jakarta akan mempersiapkan perbaikan kualitas kerja dan meminta agar ada pelatihan bahasa di balai latihan kerja.

“Sebab salah satu persoalan yang dihadapi Jakarta paling utama adalah terkait bahasa,”kata Pramono dikutip dari Antara.

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno selaras dengan Gubernurnya, dia sangat terbuka dengan pendatang baru yang akan datang ke Jakarta setiap usai lebaran. Meski demikian, Rano menuturkan Pemprov Jakarta tetap mengeluarkan imbauan bagi yang ingin mengadu nasib di Jakarta tetap harus menguasai keterampilan. 

“Cuma memang kita imbau, jangan kosong-kosong. Artinya, kalau enggak punya keterampilan, maka akan bersaing dengan masyarakat Jakarta. Artinya, keahlian itu menjadi penting. Jadi marilah kita bersama-sama membangun Jakarta,” ucap Rano.

Lebih lanjut, Rano mengatakan Pemprov Jakarta mengantisipasi arus urbanisasi yang padat ke Jakarta setiap usai Lebaran. Rano menyebutkan mudik bersama yang dilakukan oleh Pemprov Jakarta dilakukan untuk menakar jumlah pemudik. 

“Itu sebetulnya antisipasi loh. Paket kita adalah pulang-pergi atau pergi-pulang Jakarta tahun ini hampir 26 ribu yang kita fasilitasi,” kata Rano.

Jumlah paket mudik tersebut, menjadi salah satu tolak ukur kepadatan urbanisasi yang bakal terjadi.Walaupun demikian, Rano mengatakan tidak dapat memperkirakan jumlah diluar paket mudik dari Pemprov yang turut mudik lebaran.

 “Artinya, itu menjadi tolak ukur, minimal tidak bertambah. Tapi kan kita enggak bisa pungkiri, mungkin yang naik-naik motor atau yang naik kereta itu membawa saudaranya, itu enggak bisa kita pungkiri. Jadi silakan berjuang keras di Jakarta,” tuturnya. 

Menutup, Rano menegaskan pihaknya tetap mengimbau warga Jakarta dan potensial pendatang baru untuk tetap mengikuti aturan yang berlaku.

Sapto Yunus dan Oyuk Ivani Siagian berkontribusi dalam artikel ini.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |