PERLINTASAN sebidang di Jalan Ampera, Kota Bekasi, Jawa Barat, menjadi sorotan usai insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuterline pada Senin kemarin. Di tempat ini sebuah taksi diduga menerobos perlintasan hingga menimbulkan efek domino yang berujung pada kecelakaan maut antara dua kereta.
Tempo beberapa kali melewati perlintasan Ampera. Lokasinya berjarak sekitar 200 meter dari Stasiun Bekasi Timur. Perlintasan ini tanpa palang pintu resmi dan hanya dijaga oleh masyarakat setempat bermodalkan bambu panjang sebagai penghalang.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Lebar jalan Ampera kurang lebih empat meter. Namun, jalan ini menjadi titik pertemuan kendaraan dari Jalan Juanda menuju Duren Jaya atau sebaliknya. Kendaraan roda dua dan roda empat sering berdesakan. Di sisi lain frekuensi kereta yang melintas terjadi kurang lebih tiap 10 menit.
Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi menyatakan akan menindak perlintasan tidak resmi yang diduga dikuasai organisasi masyarakat. “Tidak boleh lagi ada ormas, ada premanisme yang menguasai aset-aset umum untuk kepentingan dirinya dan saya pikir tingkat Polsek aja bisa menyelesaikan itu,” katanya usai menjenguk korban kecelakaan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Rabu, 29 April 2026.
Pemerintah Kota Bekasi menyatakan pembangunan jalan layang atau flyover untuk mengatasi perlintasan sebidang sudah masuk dalam rencana jangka panjang. “Konsep untuk membangun flyover ini sudah lama, karena kalau dilihat dari rasio jumlah kendaraan yang melintas, seharusnya memang sudah tidak lagi perlintasan sebidang,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
Pemkot Bekasi telah mengalokasikan Rp106 miliar untuk pembebasan lahan dengan rincian Rp50 miliar tahun 2025 dan Rp56 miliar untuk tahun 2026. Sementara total kebutuhan pembangunan diperkirakan mencapai Rp250 miliar.
Kebutuhan itu selanjutnya ditanggapi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Ia memastikan pemerintah pusat akan terlibat dalam percepatan proyek tersebut. “Pemda Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena Bekasi juga padat, dan keperluan kereta api itu sangat penting dan mendesak, jadi saya sudah setujui dibangun flyover langsung oleh bantuan presiden,” kata Prabowo.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Persero Bobby Roshyidi menyatakan keberadaan perlintasan liar memang menjadi persoalan karena mengganggu pandangan masinis. "Berbeda dengan perlintasan resmi yang dipasang peralatan, itu ada alat sensor di dalamnya," ucap dia.
Kementerian Perhubungan mencatat jumlah korban akibat tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) mencapai 106 penumpang. Rinciannya 16 korban meninggal dan 90 korban luka-luka.




























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)
