PELATIH Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, menyebut kemenangan dramatis 5-4 atas Bayern Munchen di semifinal Liga Champions sebagai pertandingan terbaik dalam kariernya. Sembilan gol tercipta di Parc des Princes, menjadikannya semifinal dengan skor tertinggi dalam sejarah kompetisi tersebut.
Intensitas tinggi, tempo cepat, dan drama tanpa henti membuat Luis Enrique tak ragu memberi label istimewa. “Saya belum pernah melihat pertandingan dengan intensitas seperti ini. Ini bukan saatnya mencari kekurangan. Kami hanya perlu memberi selamat kepada semua pihak,” ujar Enrique, dikutip dari ESPN. “Kami pantas menang, pantas imbang, dan bahkan pantas kalah. Tanpa diragukan, ini pertandingan terbaik dalam karier saya.”
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Laga berlangsung seperti roller coaster sejak menit awal. Bayern membuka keunggulan lebih dulu lewat penalti Harry Kane pada menit ke-17. Namun, PSG merespons cepat. Penyerang sayap asal Georgia, Khvicha Kvaratskhelia, menyamakan kedudukan lewat aksi individual pada menit ke-24, sebelum PSG berbalik unggul 2-1 melalui sundulan Joao Neves memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-33.
Bayern tak tinggal diam. Michael Olise menyamakan skor 2-2 di menit ke-41. Namun, menjelang turun minum, PSG kembali unggul lewat penalti Ousmane Dembele yang tak mampu dihentikan Manuel Neuer.
Memasuki babak kedua, PSG tampil menggila. Assist Achraf Hakimi diselesaikan Kvaratskhelia menjadi gol pada menit ke-56, disusul gol kedua Dembele dua menit kemudian yang membuat skor melebar menjadi 5-2.
Dalam posisi tertinggal tiga gol, Bayern menunjukkan mentalitasnya. Sundulan Dayot Upamecano memanfaatkan umpan Joshua Kimmich memperkecil skor menjadi 5-3 pada menit ke-65. Tiga menit berselang, Luis Díaz membuat laga kembali hidup dengan gol keempat Bayern.
Sisa pertandingan berlangsung tegang. Bayern terus menekan untuk menyamakan kedudukan, namun PSG bertahan hingga peluit akhir. Hasil ini membuat PSG hanya membutuhkan hasil imbang di leg kedua di Munich untuk melaju ke final, sementara Bayern wajib menang dengan selisih dua gol.
Luis Enrique mengaku bahkan ikut kelelahan hanya dengan menyaksikan laga tersebut. “Saya sangat lelah, padahal saya tidak berlari satu kilometer pun. Saya tidak tahu bagaimana perasaan para pemain,” katanya.
Ia pun memperkirakan leg kedua akan tetap sengit. “Saya bertanya kepada staf, berapa gol yang dibutuhkan untuk menang? Mereka bilang minimal tiga. Bayern di kandang sendiri bahkan lebih kuat, tapi kami akan mencoba menunjukkan mentalitas yang sama.”






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)



