Klasifikasi Pneumonia Berdasarkan Penyebab dan Cara Penularannya

10 hours ago 4

TEMPO.CO, Jakarta - Pneumonia adalah kondisi peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari virus, bakteri, hingga jamur.

Jenis pneumonia, menurut Mayo Clinic, yang dialami seseorang akan mempengaruhi tingkat keparahan gejala serta metode penanganannya.

Klasifikasi Pneumonia Berdasarkan Penyebab dan Cara Penularan

Pneumonia dapat dikategorikan berdasarkan jenis patogen penyebabnya serta bagaimana seseorang terinfeksi. Berikut adalah beberapa tipe pneumonia yang umum terjadi, sebagaimana dinukil dari My Cleveland Clinic:

1. Pneumonia yang Didapat dari Masyarakat (Community-Acquired Pneumonia/CAP) 
Pneumonia jenis ini terjadi pada individu yang tertular infeksi di luar lingkungan fasilitas kesehatan. Penyebabnya dapat berupa:

  • Bakteri: Infeksi yang paling sering ditemukan berasal dari Streptococcus pneumoniae, atau yang dikenal dengan istilah penyakit pneumokokus. Selain menyebabkan pneumonia, bakteri ini juga bisa memicu infeksi telinga, sinusitis, dan meningitis. Bakteri lain yang berkontribusi terhadap CAP mencakup Mycoplasma pneumoniae, Haemophilus influenzae, Chlamydia pneumoniae, serta Legionella yang menjadi penyebab penyakit Legionnaires.
  • Virus: Beberapa virus seperti yang menyebabkan flu biasa, influenza, COVID-19, dan respiratory syncytial virus (RSV) juga berpotensi berkembang menjadi pneumonia.
  • Jamur: Infeksi jamur seperti Cryptococcus, Pneumocystis jirovecii, serta Coccidioides tergolong jarang terjadi, namun lebih berisiko menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Protozoa: Meskipun sangat jarang, parasit protozoa seperti Toxoplasma juga dapat menjadi penyebab pneumonia.


2. Pneumonia yang Didapat dari Rumah Sakit (Hospital-Acquired Pneumonia/HAP) 
Pneumonia ini dialami oleh pasien yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit untuk kondisi medis lainnya. Infeksi ini lebih serius dibandingkan pneumonia yang diperoleh dari lingkungan umum karena sering kali disebabkan oleh bakteri yang kebal terhadap antibiotik, seperti methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), sehingga lebih sulit untuk ditangani.

3. Pneumonia yang Berhubungan dengan Layanan Kesehatan (Healthcare-Associated Pneumonia/HCAP) 
Jenis pneumonia ini terjadi pada individu yang menerima perawatan di fasilitas kesehatan jangka panjang, misalnya panti jompo atau klinik rawat jalan. Penyebabnya umumnya serupa dengan pneumonia rumah sakit, yakni bakteri yang resisten terhadap antibiotik.

4. Pneumonia yang Berhubungan dengan Ventilator (Ventilator-Associated Pneumonia/VAP) 
VAP terjadi pada pasien yang memerlukan alat bantu pernapasan di rumah sakit, khususnya di unit perawatan intensif (ICU). Penyebabnya bisa berasal dari bakteri yang sama dengan penyebab CAP, maupun jenis bakteri yang lebih resisten seperti pada kasus HAP.

5. Pneumonia Aspirasi 
Pneumonia ini timbul akibat masuknya makanan, cairan, air liur, atau muntahan ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Jika tubuh tidak mampu mengeluarkannya melalui batuk, maka dapat terjadi infeksi.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |