Kumpulan Hoaks Terkait Kebijakan Menteri Agama, Simak Faktanya

22 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Penyebara hoaks yang mengatasnamakan pejabat publik, khususnya Menteri Agama, menjadi fenomena yang kerap meresahkan masyarakat. Informasi bohong ini seringkali memanfaatkan isu-isu sensitif keagamaan atau program pemerintah yang menarik perhatian publik, sehingga dapat menimbulkan kebingungan dan mengikis kepercayaan terhadap institusi resmi. 

Baru-baru ini, sejumlah narasi hoaks kembali muncul di media sosial dan aplikasi percakapan, mencatut nama Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Klaim-klaim ini bervariasi, mulai dari isu ibadah kurban, pengelolaan kas masjid, hingga program bantuan fiktif yang dijanjikan atas nama Kemenag. 

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi informasi guna menghindari dampak negatif dari disinformasi yang berpotensi memecah belah. Cek Fakta Liputan6.com telah mengungkap sejumlah hoaks terkait kebijakan Menteri Agam, simak daftarnya.

Menteri Agama Larang Masyarakat Sembelih Hewan Kurban dan Diganti dengan Uang

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Menteri Agama Nasaruddin Umar larang sembelih hewan kurban dan diganti dengan uang, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 28 April 2026.

Klaim Menteri Agama Nasaruddin Umar larang sembelih hewan kurban dan diganti dengan uang berupa video yang menampilkan Nasaruddin Umar sedang berbicara, dalam video tersebut terdapat tulisan sebagai berikut.

"Menteri agama otak nyah makin koplak Lebaran kurban,Gk boleh nyembelih hewan, Suruh ganti uang.

MENTERI AGAMAbilang gak usah HEWAN KORBAN, suruh ganti Uang aja, Gimana sih nih.???"

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Makin koplak otaknyah kawan masa qurban di suruh ganti dg uang padahal kn dlm Alquran mengatakan yg namanyah qurban harus motong hewan"

Benarkah klaim Menteri Agama larang sembelih hewan kurban dan diganti dengan uang? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

Menag Nasaruddin Umar Sebut Zakat dan Infak Kini Dikelola Pemerintah Demi Menyelamatkan Umat dari Api Neraka

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim Menag Nasaruddin Umar menyebut pemerintah saat ini mengelola zakat dan infak untuk menyelamatkan umat dari api neraka. Postingan itu beredar sejak akhir pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Instagram. Akun itu mempostingnya pada 26 April 2026.

Berikut isi postingannya:

"Menteri Agama tegaskan uang infaq dan zakat kini dikelola oleh pemerintah, "semua itu dilakukan untuk menyelamatkan umat dari sifat serakah dan api Neraka"

Akun itu menambahkan narasi:

"KEMENAG kini mengambil alih pengelolaan dana zakat dan infak dengan alasan untuk melindungi umat dari hal-hal yang merugikan. Mereka menegaskan bahwa langkah ini diambil agar dana amal dapat dikelola dan diawasi secara terpusat oleh negara demi kemaslahatan bersama."

Lalu benarkah postingan yang mengklaim Menag Nasaruddin Umar menyebut pemerintah saat ini mengelola zakat dan infak untuk menyelamatkan umat dari api neraka? Simak dalam artikel berikut ini...

Menag Minta Warga Agar Kurban Dikelola Pemerintah daripada Potong Sendiri

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta masyarakat yang ingin berkurban diserahkan ke pemerintah untuk dikelola daripada memotong sendiri. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 28 April 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Menteri Agama meminta seluruh masyarakat yang ingin berkurban, lebih baik diserahkan ke kami biar pemerintah yang kelola.... Apakah kalian setuju dengan pernyataan itu⁉️..... Silakan komen dibawah⬇⬇⬇⬇#beritaviral"

Unggahan menyertakan poster bergambar Menag Nasaruddin Umar, dengan tulisan sebagai berikut:

"Menteri Agama menyarankan agar masyarakat menyetorkan Uang AKIKAH atau KURBAN ke BAZNAS atau dikelola Pemerintah daripada repot-repot memotong kambing sendiri."

Lalu benarkah klaim Menag Nasaruddin Umar meminta masyarakat yang ingin berkurban diserahkan ke pemerintah untuk dikelola daripada dipotong sendiri? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email [email protected].

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |