Nilai Tukar Rupiah Tembus 17.500 per Dolar AS

7 hours ago 5

NILAI tukar rupiah pada Selasa pagi, 12 Mei 2026 mencapai level psikologis baru dengan bergerak di atas 17.500 terhadap dolar Amerika Serikat. Data Google menunjukkan hingga pukul 11.00 rupiah melemah mencapai 17.509 per US$, sedangkan data Bloomberg menyatakan rupiah spot di waktu yang sama tercatat 17.512 per US$ atau melemah 98 poin.

Kurs dolar terus menguat terhadap rupiah sejak awal pekan ini. Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menunjukkan mata uang rupiah pada Senin, 11 Mei 2026 tercatat 17.415 per US$. Melemah dibandingkan dengan akhir pekan lalu yang tercatat 17.375 per US$.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pengamat mata uang dan komoditas sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuabi pergerakan kurs dipengaruhi faktor eksternal dan domestik. Dari faktor eksternal, rupiah melemah signifikan dipengaruhi konflik Timur Tengah yang kembali memanas.

Khususnya setelah Amerika Serikat menolak proposal perdamaian yang dibuat oleh Iran yang dimediasi Pakistan dan Qatar. “Penolakan ini membuat ketegangan baru, karena secara tak terduga serangan-serangan kecil masih terjadi di Selat Hormuz,” ucap Ibrahim lewat keterangannya, Selasa, 12 Mei 2026.

Artinya, kata dia, Selat Hormuz masih memanas, meski muncul pernyataan dari para pejabat tinggi negara yang berkonflik bahwa perang telah usai. Secara terpisah, Uni Emirat Arab juga menyerang kilang minyak di Pulau Lavan, Iran. 

Kenaikan harga minyak global saat ini juga memengaruhi pergerakan nilai tukar. “Ini yang membuat Indeks dolar kembali menguat signifikan,” ucap Ibrahim.

Sedangkan di sisi internal, Ibrahim menyatakan pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 2026 yang mencapai 5,61 persen tak serta merta membuat ekonomi membaik dan rupiah menguat. Karena komponen pembentuk pertumbuhan di triwulan pertama lebih didorong oleh belanja negara dan konsumsi, sedangkan investasi belum bergerak signifikan.

Meski pertumbuhan ekonomi tersebut cukup tinggi, namun dampak ketegangan di Selat Hormuz, menimbulkan ancaman bagi industri domestik. Khususnya lewat ancaman pengurangan tenaga kerja.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |