Liputan6.com, Jakarta Qodho sholat, mengganti sholat fardhu yang terlewat karena suatu halangan, hukumnya wajib bagi umat muslim. Baik karena lupa, tertidur, sakit, atau sebab lain yang dibenarkan, kewajiban ini harus segera dipenuhi. Artikel ini akan membahas tuntas panduan lengkap qodho sholat, mulai dari pengertian, tata cara, niat, hingga waktu pelaksanaannya.
Sholat merupakan tiang agama, dan meninggalkan sholat tanpa alasan syar'i adalah dosa. Namun, Allah SWT Maha Pengampun dan memberikan keringanan berupa qodho sholat bagi mereka yang meninggalkan sholat karena halangan yang dibenarkan. Semakin cepat qodho sholat dikerjakan setelah sadar atau teringat, akan semakin baik. Mari kita bahas lebih dalam tentang qodho sholat beserta detailnya.
Informasi dalam artikel ini dirangkum dari berbagai sumber terpercaya, termasuk kitab-kitab fikih dan hadis. Namun, untuk pemahaman yang lebih mendalam, konsultasi dengan ulama atau ahli agama sangat dianjurkan. Tujuan utama artikel ini adalah memberikan panduan praktis dan akurat tentang qodho sholat bagi umat muslim.
Simak pembahasan selengkapnya tentang qodho sholat, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (3/4/2025).
Sholat Idul Fitri bagi umat muslim akan segera tiba. Ini dia syarat sholat ied massal versi fatwa MUI di masa pandemi Corona Covid-19.
Pengertian Qodho Sholat dalam Islam
Qodho sholat didefinisikan sebagai pelaksanaan sholat fardhu setelah melewati waktu sholatnya karena suatu halangan yang dibenarkan. Berbeda dengan ada’ (melaksanakan sholat tepat waktu), qodho sholat dilakukan untuk mengganti sholat yang terlewat. Mayoritas ulama sepakat tentang kewajiban qodho sholat, baik yang terlewat karena sengaja maupun tidak sengaja, meskipun ada perbedaan pendapat terkait sanksi dosa.
Dalil tentang qodho sholat banyak ditemukan dalam Al-Quran dan hadits. Salah satu hadits riwayat Imam Bukhari menjelaskan, "Barang siapa yang lupa menunaikan suatu sholat, maka hendaklah dia mendirikan sholat ketika dia ingat, karena tidak ada tebusannya kecuali itu." Hadits ini menegaskan pentingnya mengqadha sholat yang terlewat.
Pandangan empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali) tentang qodho sholat pada dasarnya sama, yaitu wajib. Namun, perbedaan mungkin muncul dalam detail teknis pelaksanaan, seperti keringanan bagi musafir atau orang sakit.
Perbedaan antara qodho sholat dengan jamak dan qashar perlu dipahami. Jamak adalah menggabungkan dua sholat dalam satu waktu, sedangkan qashar adalah meringkas rakaat sholat. Keduanya merupakan rukhsah (keringanan), sementara qodho sholat adalah kewajiban.
Sebab-sebab Diperbolehkan Qodho Sholat
Beberapa sebab yang membolehkan qodho sholat antara lain: tertidur hingga melewati waktu sholat, lupa melaksanakan sholat, pingsan atau tidak sadarkan diri, dan bepergian (safar).
Tertidur hingga melewati waktu sholat merupakan hal yang sering terjadi. Dalam kondisi ini, qodho sholat menjadi wajib setelah terbangun dan menyadari telah melewati waktu sholat.
Lupa melaksanakan sholat juga termasuk sebab yang dibenarkan. Segera qodho sholat setelah teringat merupakan kewajiban.
Kondisi tidak sadarkan diri, seperti pingsan atau koma, juga termasuk sebab yang dibenarkan. Qodho sholat dilakukan setelah sadar kembali.
Hukum Qodho Sholat dalam Berbagai Kondisi
Bagi yang meninggalkan sholat dengan udzur (alasan syar'i), hukum qodho sholat adalah wajib. Tidak ada dosa yang dikenakan, namun kewajiban mengqadha tetap ada.
Sebaliknya, bagi yang meninggalkan sholat dengan sengaja tanpa udzur, hukumnya tetap wajib qodho, namun disertai dosa. Taubat dan memohon ampun kepada Allah SWT sangat dianjurkan.
Para ulama sepakat tentang kewajiban qodho sholat. Berbagai dalil dari Al-Quran dan hadits menguatkan kewajiban ini.
Menunda-nunda qodho sholat tanpa alasan syar'i adalah perbuatan yang tidak dianjurkan. Segera mengqadha sholat setelah teringat atau sadar merupakan tindakan yang lebih baik.
Niat Qodho Sholat untuk Masing-masing Waktu Sholat
Niat merupakan rukun sholat. Niat qodho sholat berbeda dengan niat sholat pada umumnya karena harus menyertakan lafadz "qadha".
Berikut niat qodho sholat untuk setiap waktu sholat, dengan bacaan Arab, Latin, dan artinya:
Niat Qodho Sholat Subuh
أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli fardho shubhi rok'ataini mustaqbilal qiblati qodho'an lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat sholat fardhu Subuh dua rakaat, menghadap kiblat, qadha karena Allah Ta'ala.
Sholat Subuh terdiri dari dua rakaat.
Niat Qodho Sholat Dzuhur
أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli fardho dzuhri arba'a rok'aatin mustaqbilal qiblati qodho'an lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat, menghadap kiblat, qadha karena Allah Ta'ala.
Sholat Dzuhur terdiri dari empat rakaat.
Niat Qodho Sholat Ashar
أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli fardho 'ashri arba'a rok'aatin mustaqbilal qiblati qodho'an lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat sholat fardhu Ashar empat rakaat, menghadap kiblat, qadha karena Allah Ta'ala.
Sholat Ashar terdiri dari empat rakaat.
Niat Qodho Sholat Maghrib
أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli fardho maghribi tsalatsa rok'aatin mustaqbilal qiblati qodho'an lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat, menghadap kiblat, qadha karena Allah Ta'ala.
Sholat Maghrib terdiri dari tiga rakaat.
Niat Qodho Sholat Isya
أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli fardho isya'i arba'a rok'aatin mustaqbilal qiblati qodho'an lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat sholat fardhu Isya empat rakaat, menghadap kiblat, qadha karena Allah Ta'ala.
Sholat Isya terdiri dari empat rakaat.
Tata Cara Pelaksanaan Qodho Sholat
Tata cara qodho sholat pada dasarnya sama dengan sholat fardhu pada umumnya. Yang membedakan hanyalah niatnya, yang harus menyertakan lafadz "qadha".
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan qodho sholat:
Aturan Umum Pelaksanaan Qodho Sholat
Jumlah rakaat, bacaan, dan gerakan dalam qodho sholat sama dengan sholat fardhu yang ditinggalkan. Perbedaan utama terletak pada niat.
Bacaan jahr (keras) dan sirr (lirih) mengikuti aturan sholat fardhu masing-masing waktu.
Disunahkan untuk mengumandangkan adzan dan iqamah sebelum qodho sholat, terutama jika dilakukan satu persatu.
Dianjurkan untuk mengqadha sholat secara berurutan, mulai dari sholat yang paling awal terlewat.
Qodho Sholat Secara Munfarid (Sendiri)
Qodho sholat dapat dilakukan sendiri tanpa harus berjamaah.
Berkonsentrasi dan khusyuk dalam sholat sangat dianjurkan.
Bersihkan hati dan niat sebelum melaksanakan qodho sholat.
Membaca Al-Quran dan berdzikir setelah sholat dapat menambah pahala.
Qodho Sholat Secara Berjamaah
Qodho sholat juga bisa dilakukan secara berjamaah dengan syarat yang sama dengan sholat fardhu berjamaah.
Imam dan makmum sama-sama berniat qadha sholat.
Terdapat perbedaan pendapat ulama terkait qodho sholat berjamaah, namun pada umumnya dibolehkan.
Berjamaah dapat menambah kekhusyukan dan pahala.
Waktu-waktu Melaksanakan Qodho Sholat
Qodho sholat dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan untuk sholat, yaitu saat terbit fajar sampai matahari terbit, saat matahari di atas kepala (istiwa'), dan saat matahari terbenam.
Meskipun dapat dilakukan kapan saja, dianjurkan untuk segera mengqadha sholat setelah ingat atau sadar.
Urgensi segera mengqadha sholat untuk menghindari penumpukan hutang sholat.
Jika banyak sholat yang tertinggal, dapat diqadha secara bertahap sesuai kemampuan.
Qodho Sholat dalam Berbagai Situasi Khusus
Beberapa situasi khusus memerlukan perhatian khusus dalam pelaksanaan qodho sholat.
Qodho Sholat bagi Orang Sakit
Orang sakit diperbolehkan untuk qodho sholat dengan cara duduk atau berbaring, sesuai kemampuannya.
Keringanan diberikan sesuai kondisi kesehatan.
Jika sakitnya berat dan berkepanjangan, dapat meminta orang lain untuk mengqadhakannya.
Doa dan keikhlasan sangat penting dalam kondisi ini.
Qodho Sholat bagi Musafir
Musafir (orang yang bepergian) diperbolehkan untuk menjamak dan mengqashar sholat.
Ketentuan jamak dan qashar mengikuti aturan yang berlaku.
Qodho sholat tetap wajib jika sholat ditinggalkan karena sebab lain selain safar.
Niat jamak dan qashar harus jelas.
Qodho Sholat bagi Wanita Haid dan Nifas
Wanita haid dan nifas tidak wajib sholat, namun wajib mengqadha sholat yang terlewat setelah suci.
Tidak ada qadha puasa bagi wanita haid dan nifas.
Setelah suci, wanita wajib mengqadha sholat yang terlewat.
Keikhlasan dan kesungguhan dalam beribadah sangat penting.
Hikmah dan Keutamaan Qodho Sholat
Qodho sholat memiliki banyak hikmah dan keutamaan, di antaranya:
Menunjukkan kesungguhan dan ketaatan dalam beribadah kepada Allah SWT.
Melatih kedisiplinan waktu dan tanggung jawab dalam menjalankan kewajiban.
Meningkatkan kesadaran akan pentingnya sholat sebagai tiang agama.
Mencegah penumpukan hutang sholat yang dapat membebani hati.
Qodho sholat merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang meninggalkan sholat fardhu karena halangan yang dibenarkan. Memahami tata cara, niat, dan waktu pelaksanaan qodho sholat sangat penting untuk menjaga kesempurnaan ibadah. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu umat muslim dalam melaksanakan qodho sholat dengan benar.
Jangan menunda-nunda qodho sholat. Segera laksanakan setelah teringat atau sadar, agar hati merasa tenang dan ibadah tetap sempurna. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap usaha kita dalam mendekatkan diri kepada-Nya.