Peneliti Kembangkan Kayu Transparan dari Bahan Alami, Pengganti Kaca Jendela dan Layar Ponsel

22 hours ago 4

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah peneliti mengembangkan kayu transparan yang terbuat dari bahan alami seperti ekstrak putih telur dan beras yang dapat digunakan sebagai pengganti kaca pada jendela dan mungkin juga layar ponsel. Penelitian ini menunjukkan bahwa kayu tersebut tidak hanya transparan, tapi juga cukup kuat dan fleksibel untuk berbagai aplikasi.

“Di zaman modern ini, plastik ada di mana-mana, termasuk pada perangkat yang kita bawa. Dan itu menjadi masalah ketika perangkat tersebut mencapai akhir masa pakainya. Plastik itu tidak dapat terurai secara alami,” kata Bharat Baruah, profesor kimia di Kennesaw State University yang memimpin penelitian ini, dikutip dari laporan The American Chemical Society (ACS), Rabu, 2 April 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Jadi, saya bertanya, bagaimana jika kita bisa menciptakan sesuatu yang alami dan dapat terurai secara alami?” ujar Baruah melanjutkan.

Penelitian ini berawal dari minat Baruah dalam kerajinan kayu. Ia menyadari bahwa banyak penelitian sebelumnya menggunakan bahan plastik seperti epoksi untuk memberikan kekuatan pada kayu transparan, namun ia ingin mencari bahan alami yang bisa menjaga kayu tetap kuat dan stabil.

Melalui pengalaman masa kecilnya di Assam, India, yang memperkenalkan bahan tradisional seperti campuran pasir, beras ketan, dan putih telur untuk membuat semen, Baruah berhipotesis bahwa bahan serupa bisa diterapkan pada kayu transparan.

Kayu, yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa, dan lignin, dimodifikasi dengan menghilangkan lignin dan hemiselulosa untuk membuatnya transparan. Setelah itu, pori-pori kayu diisi dengan campuran ekstrak putih telur dan beras, serta agen pengeras untuk mempertahankan transparansinya.

Bergabung dengan Ridham Raval, mahasiswa sarjana, mereka berhasil mengubah kayu balsa menjadi kayu semi-transparan yang tahan lama dan fleksibel. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa kayu transparan tersebut bisa digunakan sebagai pengganti kaca, seperti pada jendela.

Untuk menguji efisiensi energi, mereka mengubah rumah burung menjadi rumah kecil dengan jendela kayu transparan. Hasilnya, suhu di dalam rumah burung tersebut lebih rendah 5 hingga 6 derajat Celsius dibandingkan jika menggunakan kaca.

Peneliti juga menguji kemampuan kayu ini untuk menghantarkan listrik dengan menambahkan kawat nano perak. Meskipun kawat nano perak tidak dapat terurai secara alami, tim berharap untuk menggantinya dengan bahan konduktif alami seperti graphene di penelitian berikutnya.

“Saya ingin mengirimkan pesan kepada mahasiswa sarjana saya bahwa Anda bisa melakukan penelitian menarik tanpa menghabiskan ribuan dolar,” kata Baruah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |