Penjualan Eceran Diprediksi Tumbuh

1 hour ago 3

TEMPO.CO, Jakarta - Office of Chief Economist PT Bank Mandiri memprediksi penjualan eceran akan tumbuh 1,0 persen secara tahunan di kuartal I 2025. Pada periode tersebut, penjualan eceran juga diperkirakan tumbuh 3,8 persen dibandingkan kuartal IV 2024.

“Terutama ditopang oleh pola seasonal meningkatnya konsumsi masyarakat selama periode Ramadan dan Lebaran 2025,” kata Tim Ekonomi Bank Mandiri dalam Daily Economic Review, dikutip Senin, 21 April 2025. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bank Indonesia sebelumnya merilis Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Februari 2025 tercatat sebesar 218,5, tumbuh 2,03 persen secara tahunan dan 3,28 persen secara bulanan. Penjualan eceran untuk Maret 2025 diperkirakan juga tumbuh positif, baik secara tahunan 0,5 persen, maupun bulanan 8,32 persen.

“Kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan kelompok suku cadang dan aksesori, barang budaya dan rekreasi, serta makanan, minuman dan tembakau,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulis, Rabu, 16 April 2025. 

Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2025 diperkirakan tumbuh 8,3 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya. Mayoritas kelompok mengalami peningkatan penjualan, terutama kelompok peralatan informasi dan komunikasi, makanan, minuman dan tembakau, serta sub kelompok sandang. 

“Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan permintaan masyarakat saat Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri, serta strategi retail yang memberikan potongan harga,” kata Ramdan. 

Pada Februari 2025, IPR tercatat sebesar 218,5 atau secara tahunan tumbuh 2,0 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2025 sebesar 0,5 persen. Peningkatan IPR tersebut terutama didorong oleh kinerja positif pada kelompok barang budaya dan rekreasi, bahan bakar kendaraan bermotor, dan sub kelompok sandang.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Februari 2025 tumbuh sebesar 3,3 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat kontraksi sebesar 4,7 persen. Peningkatan penjualan tersebut terutama ditopang oleh subkelompok sandang, kelompok makanan, minuman dan tembakau, dan bahan bakar kendaraan bermotor, sejalan dengan kenaikan permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan HBKN Idul Fitri.

Di sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang, yaitu pada Mei 2025, diperkirakan menurun, sementara tekanan inflasi enam bulan yang akan datang, yaitu pada Agustus 2025, diperkirakan relatif stabil. 

Kondisi itu, kata Ramdan, tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Mei 2025 yang tercatat sebesar 148,3, lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 159,6. Sementara itu, IEH Agustus 2025 tercatat sebesar 155,5, relatif stabil dengan periode sebelumnya sebesar 155,4.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |