Prabowo Sindir Orang yang Gaduh, Ribut, dan Suka Bakar-bakar

4 hours ago 3

PRESIDEN Prabowo Subianto menyindir orang-orang yang menimbulkan kegaduhan. Ia menilai seharusnya bangsa Indonesia fokus mengejar kesejahteraan dibanding ribut-ribut.

Prabowo menyampaikan pandangannya itu saat berpidato di hadapan ribuan rektor, dekan, hingga dosen di Jakarta International Convention Center pada Jumat, 26 Juni 2026. Dalam pidatonya, ia mengatakan bangsa Indonesia seharusnya bisa mencari titik-titik kebersamaan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Indonesia, kata Prabowo, adalah negara demokratis. Karena itu, perbedaan adalah hal biasa. Namun, Prabowo menilai perbedaan sebaiknya tidak menimbulkan kegaduhan. "Apa kita mau gaduh? Setiap habis pemilihan gaduh, yang kalah ribut? Kapan kita mau maju untuk kesejahteraan rakyat kita?" tuturnya.

Prabowo berujar menciptakan kesejahteraan adalah kewajiban anak bangsa. Khususnya mereka yang diberi mandat sebagai pemimpin dan orang-orang yang memiliki kecerdasan. "Segala kepintaran kita, harus kita abdikan ke yang paling miskin, yang paling lemah," ucap dia.

Mantan menteri pertahanan ini lalu menyindir orang-orang yang berpendapat kegaduhan punya sisi baik. "Silakan kalau ada yang berpendapat lain, hak. Saya katakan kita berbeda. (Silakan) kalau ada yang berpendapat bahwa gaduh, ribut, bakar-bakar, anarki, kebencian, permusuhan, maki-memaki itu produktif," kata Prabowo.

Prabowo pun heran dengan orang yang menganggap kegaduhan produktif. "Sementara negara lain menuju kesejahteraan, menuju terobosan, menuju kekayaan," ucap pensiunan jenderal Angkatan Darat ini.

Forum bertajuk "Sarasehan Kebangsaan" yang dihadiri Prabowo merupakan bagian dari Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Acara ini membawa tema "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia".

Sejumlah anggota kabinet ikut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |