Respons Fraksi Gerindra soal Budisatrio Minta Awasi Gibran

2 hours ago 3

FRAKSI Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat menepis tudingan adanya instruksi ketua fraksi itu, Budisatrio Djiwandono, yang meminta mengawasi pergerakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Majalah Tempo edisi 21 Juni 2026 memberitakan langkah Budisatrio yang meminta staf dan tenaga ahli fraksi mencermati aktivitas Gibran serta Partai Solidaritas Indonesia di daerah.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu menyampaikan permintaannya dalam pertemuan di ruang rapat Fraksi Gerindra pada April 2026. Namun Sekretaris Fraksi Gerindra DPR Bambang Haryadi membantah hal tersebut.

“Terkait dengan isu bahwa ada instruksi mengawasi itu saya pastikan itu hoaks, ya, tidak benar. Dan Mas Budi juga sudah membantah kepada media terkait,” kata Bambang di ruang Fraksi Gerindra, gedung DPR, Jakarta, pada Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut Bambang, Fraksi Gerindra rutin menggelar rapat pada awal masa sidang atau menjelang penutupan masa sidang DPR. Dalam rapat itu, semua anggota fraksi menyampaikan persoalan di daerah pemilihan, melaporkan perkembangan program pemerintah di daerah, hingga memantau ketersediaan bahan kebutuhan pokok.

“Karena kami harus melihat tingkat daya beli masyarakat masih terjaga atau enggak, gitu. Itu saja sih sebenarnya,” tutur Bambang.

Selaku sekretaris, ia mengklaim selalu mendampingi Budi saat memimpin rapat yang juga dihadiri semua anggota Fraksi Gerindra. Dengan demikian, dia yakin bahwa Budisatrio tidak pernah memerintahkan pengawasan terhadap pergerakan Gibran.

Menurut laporan bertajuk "Manuver Gibran Saat Hubungan Prabowo-Jokowi Merenggang", Fraksi Partai Gerindra di DPR Mencermati aktivitas Gibran yang rajin turun ke daerah. Menjelang masa reses DPR pada April 2026, Budisatrio mengumpulkan legislator, staf ahli, dan tenaga ahli di ruang rapat fraksi.

Tiga peserta rapat yang ditemui secara terpisah bercerita bahwa pertemuan yang berlangsung selama sekitar satu jam itu membahas strategi agar program pemerintah, seperti makan bergizi gratis dan swasembada pangan, diterima masyarakat. Menurut peserta rapat itu, Budi lalu meminta staf dan tenaga ahli memantau aktivitas Gibran.

Budi menyatakan tidak pernah mengeluarkan instruksi kepada partainya untuk mengamati blusukan Gibran. “Informasi itu sama sekali tidak benar,” ucap Budi melalui pesan WhatsApp pada Jumat, 19 Juni 2026.

Francisca Christy Rosana berkontribusi dalam tulisan ini
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |