Riset Binokular: Demo Mahasiswa Jadi Top Diskursus di Media Sosial

3 hours ago 3

LEMBAGA pelacakan dan analisis informasi Binokular Media Monitoring merilis hasil riset perihal pemantauan percakapan di media sosial sepanjang Juni 2026. Pemantauan menggunakan alat kerja Big-big Data Analytics.

Melalui dashboard Newstensity, Manajer News Analytics, Nicko Mardiansyah, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan demo mahasiswa sebagai top diskursus yang paling banyak dibicarakan di media sosial.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Demonstrasi BEM UI, Trisakti, Esa Unggul, dan berbagai elemen mahasiswa lain menjadi top isu dengan mencatatkan 14.035 percakapan," kata Nicko dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Juni 2026.

Isu berikutnya yang memperoleh perhatian tinggi, dia melanjutkan, yakni pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenai harapan demonstrasi berlangsung santun. Pernyataan ini mencatatkan 7.232 percakapan.

Di urutan ketiga, diskursus mengenai polemik BEM UBK yang membantah pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merupakan hasil pengkondisian mencatatkan 6.114 percakapan, disusul dengan permintaan aparat tidak represif dalam demonstrasi sebanyak 5.998 percakapan.

"Pernyataan Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indrawijaya mengenai harga Pertamax di Indonesia lebih murah dibanding di negara lain menempati urutan kelima dengan 5.149 percakapan," ujar Nicko.

Menurut dia, rangkaian isu yang menjadi diskursus utama di media sosial menunjukkan, jika demonstrasi mahasiswa berkembang menjadi percakapan berlapis. Data memperlihatkan, publik tidak hanya membicarakan mereka yang berdemonstrasi.

Tetapi, kata Nicko, percakapan juga bergerak ke arah bagaimana pejabat negara menanggapi, sikap aparat keamanan dalam pengamanan, hingga bagaimana tuntutan mahasiswa dikaitkan dengan isu ekonomi maupun kebijakan pemerintah.

"Kelindan ini menunjukkan isu demonstrasi tidak hanya diposisikan sebagai peristiwa lapangan, tapi juga ruang pertarungan narasi antara aspirasi mahasiswa, tanggapan dan sikap negara, serta perhatian publik," ucapnya.

Karenanya, Nicko menambahkan, berdasarkan temuan media monitoring tersebut, Binokular menilai pengelolaan isu demonstrasi mahasiswa perlu dilakukan dengan pendekatan komunikasi yang lebih terukur.

Pemerintah dan lembaga negara, kata dia, perlu memastikan tanggapan publik tidak berhenti pada imbauan ketertiban, tapi juga menjawab substansi tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya.

"Komunikasi publik dalam isu demonstrasi perlu berpijak pada data dan substansi. Tanggapan harus relevan tidak hanya mementingkan kecepatan. Jika tanggapan hanya bersifat normatif, ruang digital akan tetap mencari jawaban sendiri melalui narasi yang belum tentu akurat," kata Nicko.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |