Ruang Harapan untuk Palestina: Ketika Anak Pejuang Kanker Kembali Tertawa di Yordania

18 hours ago 3

Info Event - Yordania, negeri yang bertetangga langsung dengan Palestina, menjadi tempat bernaung bagi ribuan pengungsi yang terusir dari tanah kelahiran mereka. Kedekatan budaya, bahasa, dan agama menjadikan Yordania sebagai tujuan utama para pengungsi Palestina yang mencari perlindungan dan harapan baru.

Di tengah suasana Ramadhan 2025, harapan itu hadir lewat sebuah inisiatif kemanusiaan bertajuk “Ruang Harapan”—kolaborasi antara Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) Yordania, PPI Dunia, PPIDK, dan Tim Peduli. Berbeda dari kegiatan penyaluran donasi pada umumnya, kali ini mereka menghadirkan program trauma healing khusus bagi anak-anak Palestina yang tengah menjalani perawatan kanker di King Hussein Cancer Center (KHCC).

Sabtu, 15 Maret 2025 menjadi hari penuh warna. Seratus anak-anak pejuang dari Palestina dijemput menggunakan bus menuju sebuah vila di kota Amman. Di luar dinding rumah sakit yang biasanya membatasi langkah mereka, hari itu mereka bebas berlarian, bermain, dan tertawa. Wajah-wajah kecil itu dihiasi dengan lukisan bendera Indonesia dan Palestina—simbol solidaritas dan persaudaraan yang tak mengenal batas negara.

“Anak-anak sangat antusias. Mereka begitu aktif mengeksplorasi semua permainan, dan langsung bersemangat begitu tahu ada kolam renang,” kata Andrean, salah satu panitia penyelenggara kegiatan.

Iklan

Kebahagiaan mereka tidak berhenti di sana. Panitia membagikan 100 paket mainan edukatif, pensil warna, 100 paket snack berisi tujuh macam camilan dan susu kotak, serta 100 porsi makanan buka puasa yang bergizi. Semua ini terwujud berkat dukungan dari BAZNAS sebagai donatur utama, serta sponsor lain seperti KAHF, Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Band WALI, dan berbagai dermawan lainnya.

Acara ini bukan sekadar hiburan sesaat. Ia adalah bentuk nyata dari kepedulian terhadap anak-anak Palestina—yang meskipun terjebak dalam konflik panjang dan kondisi kesehatan yang berat, tetap berhak atas momen kebahagiaan. Di hari itu, mereka kembali menjadi anak-anak sepenuhnya: bermain, tertawa, dan merasa dicintai.

Satu hari untuk Palestina. Satu ruang kecil yang menjahit kembali harapan yang nyaris pudar. Karena bahkan di tengah perjuangan, senyuman tetap bisa tumbuh. (*)

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |