Studi Baru Depresi: Pikiran Negatif Ternyata Lebih Berpengaruh Terhadap Perasaan

1 day ago 4

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa pikiran negatif memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap perasaan seseorang. Studi ini menantang teori lama tentang penyebab penderitaan emosional dan mendukung gagasan yang telah dikemukakan lebih dari 1.700 tahun lalu oleh filsuf Stoik, Epictetus.

Selama berabad-abad, para ahli psikologi berdebat mengenai penyebab utama penderitaan emosional seperti depresi. Beberapa teori menyebutkan trauma masa kecil, ketidakseimbangan kimia di otak, atau kurangnya hubungan sosial sebagai faktor utama. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa cara seseorang berpikir tentang suatu peristiwa lebih berperan dalam menentukan perasaannya dibandingkan faktor eksternal lainnya.

Uji Coba dengan Teknologi Digital

Penelitian anyar yang hasilnya dipublikasikan Psychology Today itu menggunakan aplikasi kesehatan mental Feeling Great, yang memungkinkan analisis data secara real-time. Berbeda dengan studi psikologi tradisional yang sering mengandalkan survei retrospektif, penelitian ini melacak perubahan perasaan pengguna secara langsung dengan metode yang lebih akurat.

Dalam uji coba awal, data dari 290 pengguna dianalisis untuk melihat bagaimana pikiran negatif mempengaruhi perasaan mereka. Hasilnya mengejutkan: sepertiga pengguna mampu menghilangkan keyakinan mereka terhadap satu pikiran negatif hanya dalam 80 menit. Dampaknya terhadap perasaan negatif sangat signifikan, dengan rata-rata penurunan emosi negatif sebesar 87%.

Namun, apakah ini membuktikan bahwa pikiran negatif menyebabkan perasaan negatif? Bisa saja perasaan negatif yang lebih dulu berubah, yang kemudian mempengaruhi pola pikir pengguna. Untuk menjawab pertanyaan ini, para peneliti menggunakan metode pemodelan statistik lanjutan dan menguji empat kemungkinan:

  • Pikiran negatif menyebabkan perasaan negatif.
  • Perasaan negatif menyebabkan pikiran negatif.
  • Pikiran dan perasaan saling mempengaruhi dalam siklus umpan balik cepat.
  • Ada faktor ketiga yang tidak diketahui yang mempengaruhi keduanya secara bersamaan.

Hasil Penelitian: Pikiran Lebih Berpengaruh dari Perasaan

Hasil studi menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap pikiran negatif memiliki dampak langsung dan kuat terhadap emosi negatif. Sebaliknya, tidak ditemukan bukti bahwa perasaan negatif memiliki pengaruh signifikan terhadap munculnya pikiran negatif. Tidak ada indikasi bahwa emosi dan pikiran saling mempengaruhi dalam siklus umpan balik atau bahwa faktor tersembunyi lainnya memainkan peran.

Untuk memastikan akurasi hasil, penelitian kedua dilakukan dengan 1.393 pengguna dari versi aplikasi yang lebih canggih. Hasilnya hampir identik dengan studi pertama, meskipun ada sedikit efek bahwa emosi dapat mempengaruhi pikiran—namun, efek tersebut jauh lebih kecil dibandingkan pengaruh pikiran terhadap perasaan.

Implikasi untuk Kesehatan Mental

Penelitian ini memberikan harapan baru dalam penanganan gangguan emosional. Mengubah cara berpikir dapat menjadi salah satu metode tercepat dan paling efektif untuk meredakan depresi serta berbagai perasaan negatif lainnya. Selain itu, teknologi digital seperti aplikasi kesehatan mental memungkinkan individu mengelola emosi mereka tanpa harus bergantung sepenuhnya pada terapi konvensional.

Meskipun terapi tatap muka tetap penting dan dalam beberapa kasus sangat diperlukan, penelitian ini membuktikan bahwa perubahan cara berpikir dapat secara langsung mempengaruhi emosi seseorang. Temuan ini membuka peluang baru bagi intervensi berbasis teknologi dalam bidang kesehatan mental, sebuah inovasi yang mungkin akan membuat Epictetus bangga.

Hatta Muarabagja berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan editor: Mengapa Kita Mengantuk, Berikut Penjelasan Ilmiahnya

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |