10 Amalan Suami Istri Agar Rumah Tangga Tetap Harmonis dan Doanya, Panduan Lengkap

19 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Amalan suami istri agar rumah tangga tetap harmonis menjadi salah satu ikhtiar penting dalam membangun keluarga yang diridai Allah SWT. Pernikahan tidak hanya dipandang sebagai ikatan sosial dan biologis, tetapi juga sebagai bentuk ibadah yang memiliki nilai spiritual.

Tujuan pernikahan adalah menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah atau ketenangan, kasih sayang, serta cinta. Hal ini sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam Q.S. Ar-Rum ayat 21.

Karena itu, dalam setiap prosesi pernikahan, doa agar pasangan mampu membangun keluarga yang tenteram, penuh cinta, dan saling menyayangi selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Meski demikian, membangun rumah tangga yang harmonis sesuai tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah bukan perkara sederhana. Kehidupan setelah pernikahan menghadirkan berbagai persoalan yang membutuhkan kesabaran, komunikasi, tanggung jawab, dan kesiapan spiritual dari kedua pasangan.

Rasulullah SAW telah memberikan banyak teladan dalam membina keluarga. Beliau mengajarkan pentingnya memperlakukan pasangan dengan lembut, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta membangun hubungan keluarga dengan kasih sayang.

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah amalan suami istri agar rumah tangga tetap harmonis.

Amalan-Amalan Suami Istri agar Rumah Tangga Tetap Harmonis

Berikut adalah amalan-amalan komprehensif yang dapat dilakukan suami istri untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah, serta pandangan para ulama.

1. Saling Menghormati dan Menyayangi (Mu'asyarah bil Ma'ruf)

Saling menghormati dan menyayangi merupakan fondasi dalam sebuah rumah tangga. Menurut Imam Al-Ghazali, suami-istri harus memperlakukan satu sama lain dengan akhlak terbaik. Allah SWT berfirman: "Pergaulilah mereka dengan cara yang patut." (Q.S. An-Nisa: 19)

Imam At-Thabari dalam Jamiul Bayan an Takwilil Qur'an menjelaskan bahwa maksud ayat ini adalah perintah untuk memperlakukan pasangan dengan cara yang patut, saling menyertai dan melengkapi satu sama lain.

Meskipun khitab lafal di atas ditujukan kepada suami, lafal yang digunakan ialah mu'asyarah yang memiliki makna ketersalingan—penting bagi istri untuk memperlakukan suaminya dengan baik sebagaimana suami diperintahkan untuk memperlakukan istrinya dengan baik pula.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumiddin menjelaskan adab suami terhadap istri: "Adab yang kedua: suami harus bersikap dan berakhlak baik terhadap istrinya, memiliki kesabaran saat istri marah, dan saat menderita sakit."

2. Saling Memahami dan Menerima Kekurangan

Tidak ada manusia yang sempurna. Oleh karena itu, penting bagi setiap pasangan untuk memahami dan menerima kekurangan satu sama lain. Imam Al-Ghazali menasihati agar seorang suami hendaknya bersabar dan tidak tergesa-gesa menceraikan istrinya jika menemukan sifat yang tidak disukai. Sebaliknya, ia harus menimbang-nimbang dan mengingat kebaikan-kebaikan lain dari pasangannya.

Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika ia membenci salah satu akhlaknya, maka hendaknya ia ridha terhadap akhlaknya yang lain." (HR. Muslim)

Dalam rumah tangga yang dibangun atas dasar rahmah, kekurangan pasangan bukanlah aib yang harus diungkit-ungkit, apalagi diumbar kepada orang lain. Sebaliknya, kekurangan itu ditutupi dan dilengkapi oleh kelebihan yang dimiliki, sebagaimana dua potongan puzzle yang saling menyempurnakan.

3. Membangun Komunikasi yang Baik dan Jujur

Komunikasi yang terbuka dan jujur adalah pondasi utama dalam hubungan suami istri. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi SAW, dalam berkomunikasi dengan istri, beliau mengutamakan tutur kata yang baik. Mengobrol atau bercengkerama perlu dilakukan sehari-hari agar hubungan selalu hangat.

Komunikasi yang baik mencakup beberapa aspek:

• Saling mendengarkan dan memahami perasaan pasangan

• Mengungkapkan perasaan dengan cara yang santun dan tidak menyakitkan

• Menyelesaikan permasalahan tanpa emosi dan saling menyalahkan

• Bermusyawarah dalam urusan keluarga

4. Menjaga Ibadah Bersama

Ibadah adalah tiang yang menopang rumah tangga. Tanpa ibadah, hubungan rumah tangga mudah runtuh karena emosi dan ego. Maysaroh Harahap menyarankan agar pasangan selalu menjaga ibadah bersama seperti shalat berjamaah dan membaca Al-Qur'an.

Shalat berjamaah dan membaca Al-Qur'an bersama dapat mempererat hubungan suami istri, menghadirkan ketenangan dan kebersamaan yang lebih mendalam.

Amalan ibadah bersama yang dapat dilakukan:

• Melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumah secara berjamaah

• Membiasakan berzikir dan berdoa kepada Allah dalam keadaan suka dan duka

• Membiasakan mengucapkan salam

• Berinfaq dan bersedekah bersama

• Menghiasi rumah dengan hiasan Islam dan berpakaian sopan

5. Fokus pada Kebaikan Pasangan

Pernikahan merupakan ikatan suci antara dua insan yang telah memilih untuk berkomitmen membangun rumah tangga bersama. Maka, selayaknya bagi setiap pasangan untuk memperlakukan pasangannya dengan baik dengan cara fokus terhadap kebaikan yang dimiliki dan melengkapi setiap kekurangannya.

Beberapa cara untuk fokus pada kebaikan pasangan:

• Memberikan apresiasi atas setiap kebaikan yang dilakukan

• Tidak membanding-bandingkan pasangan dengan orang lain

• Melatih kesabaran dalam hubungan

• Rajin mendoakan pasangan

6. Menjalankan Hak dan Kewajiban dengan Ikhlas

Memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban suami dan istri dalam menyelenggarakan rumah tangga adalah kunci dari stabilitas keluarga. Suami dan istri adalah pelaku atau peran utama di dalam rumah tangga. Seharusnya untuk membangun sebuah keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, tidak boleh ada tingkatan antara posisi suami dan istri—keduanya adalah mitra yang saling melengkapi.

Kewajiban suami terhadap istri:

• Memberikan nafkah lahir dan batin

• Mempergauli istri dengan baik (mu'asyarah bil ma'ruf)

• Melindungi dan menjaga kehormatan keluarga

• Memberikan pendidikan agama kepada keluarga

• Kewajiban istri terhadap suami:

• Bersikap taat dan patuh kepada suami selama tidak bertentangan dengan syariat

• Memelihara kehormatan diri dan harta suami

• Menjaga penampilan dan kerapian

• Tidak menyakiti hati suami

Menumbuhkan cinta dan kasih sayang setelah akad bukan hanya soal perasaan, tapi juga usaha nyata dalam komunikasi, perhatian, penghargaan, dan komitmen. Akad nikah adalah awal dari sebuah perjalanan hidup bersama, bukan akhir dari proses membangun hubungan.

Cara menumbuhkan cinta dan kasih sayang:

• Menunjukkan perhatian dan kepedulian sehari-hari

• Saling memahami dan memaafkan

• Menjaga komitmen dan janji

• Memberikan kejutan kecil yang membuat pasangan merasa dihargai dan dicintai

8. Mengedepankan Sabar dan Syukur

Dalam setiap hubungan, pasti ada masa-masa sulit yang harus dihadapi bersama. Oleh karena itu, sabar dan syukur adalah dua sifat yang harus selalu ada dalam diri suami istri. Dengan bersabar, pasangan akan mampu mengatasi setiap tantangan. Sedangkan dengan bersyukur, mereka akan selalu merasa cukup dan bahagia dengan apa yang dimiliki.

9. Menghindari Perilaku yang Merusak Keharmonisan

Beberapa perilaku yang dapat menghambat keharmonisan rumah tangga perlu dihindari:

• Ketergantungan yang berlebihan kepada orang tua sehingga tidak berani mengambil keputusan sendiri

• Campur tangan keluarga besar yang terlalu banyak dalam urusan rumah tangga

• Perbedaan latar belakang budaya yang tidak dikelola dengan baik

• Faktor sosial ekonomi yang tidak dikomunikasikan dengan terbuka

10. Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Teladan

Rasulullah SAW selalu bersikap lembut kepada keluarganya, memberi contoh dalam menjaga hubungan dengan kasih sayang, sabar, dan pengertian. Beliau adalah teladan terbaik dalam kehidupan rumah tangga, sebagaimana firman Allah: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu." (Q.S. Al-Ahzab: 21)

Doa-Doa Suami Istri agar Rumah Tangga Tetap Harmonis

Berikut adalah kumpulan doa yang dapat diamalkan oleh suami istri agar rumah tangga senantiasa harmonis, penuh ketenangan, cinta, dan kasih sayang.

1. Doa agar Keluarga Sakinah (Q.S. Al-Furqan: 74)

Arab: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Latin: Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a'yunin waj'alna lilmuttaqina imama

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa."

2. Doa agar Suami Istri Selalu Rukun dan Harmonis

Arab: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً وَاجْعَلْ بَيْتَنَا سَكِينَةً دَائِمَةً

Latin: Rabbana hab lana min ladunka mawaddatan wa rahmatan, waj'al baitana sakinatan da'imah

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami cinta dan kasih sayang dari sisi-Mu, dan jadikanlah rumah tangga kami penuh ketenangan yang langgeng."

3. Doa agar Allah Memperbaiki Hubungan Suami Istri

Arab: اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا

Latin: Allahumma allif baina qulubina, wa ashlih dzata bainina

Artinya: "Ya Allah, satukanlah hati-hati kami, dan perbaikilah hubungan di antara kami."

4. Doa sebelum Hubungan Intim

Arab: بِسْمِ اللهِ، اللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Latin: Bismillah, Allahumma jannibnasy-syaithana wa jannibisy-syaithana ma razaqtana

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari setan, dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami."

5. Doa untuk Keberkahan Rumah Tangga

Arab: اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْ أَهْلِيْ وَبَارِكْ لَهُمْ فِيَّ وَارْزُقْنِيْ مِنْهُمْ وَارْزُقْهُمْ مِنِّي

Latin: Allahumma barik li fi ahli, wa barik lahum fiyya, warzuqni minhum warzuqhum minni

Artinya: "Ya Allah, berkahilah aku di dalam keluargaku dan berkahilah mereka di dalam diriku. Berilah aku rezeki dari mereka dan berilah mereka rezeki dariku."

Hakikat Keluarga Harmonis dalam Islam

Keluarga harmonis dalam Islam dikenal dengan istilah keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Ketiga konsep ini menjadi pilar utama yang harus diterapkan dalam pernikahan.

1. Sakinah (Ketenangan)

Secara etimologis, kata sakinah berasal dari bahasa Arab sakana-yaskunu-sukunan, yang berarti tenang, damai, dan tentram. Sakinah dalam pernikahan bukan hanya tentang ketenangan lahiriah, tetapi juga ketenangan batin.

Suami istri harus saling menciptakan suasana yang menenangkan, baik dalam menghadapi konflik maupun menjalani kehidupan sehari-hari. Menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah, sakinah adalah ketenangan yang bersifat dinamis, terlihat tidak hanya dalam keadaan lahir tetapi juga dalam benak setiap anggota keluarga.

2. Mawaddah (Kasih Sayang)

Mawaddah lebih tinggi dari sekadar cinta. Dalam perjalanan pernikahan, perasaan cinta bisa berubah, tetapi mawaddah adalah kasih sayang yang tetap mekar dan bertahan meskipun waktu terus berlalu. Mawaddah berarti saling peduli, mendukung, dan berbagi kebahagiaan.

Menurut Quraish Shihab, mawaddah adalah "cinta plus"—cinta yang disertai keikhlasan dalam menerima keburukan dan kekurangan orang yang dicintai.

3. Rahmah (Belas Kasih)

Rahmah berasal dari kata rahima-yarhamu-wa marhamatan yang berarti menaruh kasihan atau menyayangi. Konsep rahmah mengajarkan untuk mengasihi dengan tulus, merawat pasangan ketika sakit, mendampingi di masa sulit, serta memberikan perhatian tanpa pamrih.

Dalam konteks keluarga, rahmah bukan sekadar rasa cinta, tetapi juga mencakup kasih sayang, ketulusan, dan kebersamaan yang penuh keberkahan.

Pertanyaan Seputar Doa Rumah Tangga Harmonis

1. Apa amalan utama suami istri agar rumah tangga harmonis?

Amalan utama adalah mu'asyarah bil ma'ruf (pergaulan yang baik), yaitu saling menghormati, menyayangi, memahami kekurangan pasangan, serta menjalankan hak dan kewajiban masing-masing dengan ikhlas. Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumiddin menekankan pentingnya akhlak mulia dalam rumah tangga.

2. Bagaimana cara mengatasi pertengkaran dalam rumah tangga menurut Islam?

Islam mengajarkan untuk menyelesaikan konflik dengan musyawarah, sabar, saling memaafkan, dan tidak menyimpan dendam. Jika konflik berlarut, suami dapat menasihati istri dengan penuh kasih sayang, kemudian jika perlu melakukan hajr (pemisahan tempat tidur) sebagai bentuk peringatan spiritual, sebagaimana dijelaskan dalam tafsir ayat-ayat tentang nusyuz.

3. Apakah doa bisa menjaga keharmonisan rumah tangga?

Ya, doa adalah senjata orang mukmin. Doa-doa seperti "Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a'yun" (Q.S. Al-Furqan: 74) dan "Rabbana hab lana min ladunka mawaddatan wa rahmatan" sangat dianjurkan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

4. Bagaimana peran ibadah bersama dalam menjaga keharmonisan keluarga?

Ibadah bersama seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, dan berzikir bersama dapat mempererat hubungan suami istri, menghadirkan ketenangan dan kebersamaan yang lebih mendalam. Ibadah adalah tiang yang menopang rumah tangga agar tidak mudah runtuh karena emosi dan ego.

5. Apa yang harus dilakukan saat salah satu pasangan sakit agar rumah tangga tetap harmonis?

Saat pasangan sakit, pasangan lainnya hendaknya merawat dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Sakit adalah ujian sekaligus penghapus dosa, dan momen ini justru dapat memperkuat ikatan keluarga. Dukungan emosional, doa bersama, dan kesabaran adalah kunci utama dalam menghadapi masa-masa sulit.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |