FILM biografi Michael memuat kisah tentang perjalanan Michael Jackson menuju ketenaran. Akan tetapi, film produksi Lionsgate tersebut sempat beberapa kali mengalami penundaan jadwal perilisan. Alasannya berkaitan dengan salah satu bagian yang menceritakan tuduhan bahwa Jackson telah melakukan pelecehan terhadap anak.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dilansir dari Rolling Stone, pada 1993, Jordan Chandler melayangkan tuduhan kepada Michael Jackson atas tindakan pelecehan seksual terhadapnya. Tuduhan Chandler pun lantas memicu penyelidikan oleh Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD). Tak berhenti di situ, keluarga Chandler bahkan sampai mengajukan gugat terhadap Jackson.
Setahun berikutnya, tepatnya pada 1994, kesepakatan akhirnya tercapai antara Jackson dan keluarga Chandler dengan sang raja pop membayar sekitar USD 20 juta. Setelah kesepakatan ini, kasus tersebut pun ditutup tanpa dakwaan. Jackson pun berulang kali membantah segala tuduhan pelecehan seksual atas namanya, baik kasus Chandler ataupun yang datang di kemudian hari. .
Permasalahan Kisah Chandler di Film Michael
Kisah ihwal Jordan Chandler menjadi salah satu bagian penting dari film Michael arahan sutradara Antoine Fuqua. Akan tetapi, permasalahan muncul ketika ternyata hal tersebut melanggar ketentuan dalam kesepakatan antara Michael Jackson dan keluarga Chandler. Kesepakatan tersebut melarang bentuk penggambaran dramatisasi peristiwa seputar tuduhan terhadap pelantun tembang "Beat It".
Pengacara Chandler, Larry Feldman, dalam keterangannya untuk The New York Times turut menjelaskan terkait kesepakatan yang diteken tiga dekade silam. "Kedua pihak tidak diizinkan untuk mempublikasikan atau mengkomunikasikan apa yang terjadi, kecuali sejauh keluarga Chandler diizinkan untuk berbicara dengan polisi dan bersaksi di bawah sumpah,” ucap Feldman.
Feldman lantas diberi tahu bahwa Fuqua tak hanya memasukkan kisah Chandler ke dalam versi asli film Michael. Namun juga penggambaran Michael Jackson yang menjadi korban skema pemerasan oleh ayah Chandler. Feldman pun lantas berkata, “Itulah tepatnya yang tidak bisa mereka lakukan.”
Berdasar laporan The New Yorker, Antoine Fuqua memang sejak awal bertekad untuk membuat film Michael lebih dramatis. Selain itu, narasi dalam film tersebut dirancang untuk menangani tuduhan pelecehan anak yang menjadi noktah hitam dari warisan Michael Jackson.
“Saya merekam adegan dia dilucuti pakaiannya, diperlakukan seperti binatang, monster,” tutur Fuqua tentang pengambilan gambar adegan ketika Neverland Ranch, properti milik Jackson, digerebek polisi.
Namun, produser Graham King mendorong agar Michael dapat menjadi kisah yang lebih menggembirakan. Perombakan film pun difokuskan kepada karya-karya Michael Jackson dan mengesampingkan skandal yang ada. “Ini bukan film yang ingin dibuat (Fuqua) sejak awal,” kata King.
Ganti Rugi dan Penundaan Perilisan
Setelah temuan fakta terkait kesepakatan Michael Jackson dengan keluarga Jordan Chandler, Variety melaporkan para pembuat film Michael kembali ke tahap perencanaan untuk membuat akhir cerita yang baru. Akan tetapi, kerusakan rumah John Logan selaku penulis skenario akibat kebakaran di Palisade membuat proses penggarapan menjadi semakin tertunda.
Pun begitu dengan perilisan film tersebut ditunda hingga 3 Oktober 2025 yang sebelumnya dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 April di tahun serupa. Jadwal tersebut kemudian kembali diundur menjadi Jumat, 24 April 2026.
Sebelumnya pada Juni tahun lalu, para pemeran film Michael berkumpul kembali selama 22 hari untuk pengambilan gambar tambahan. Hal tersebut berkaitan dengan syuting babak ketiga yang baru dan mengembangkan adegan-adegan dari awal film.
Nahasnya, kendala baru muncul ketika proses produksi yang dimulai kembali di Los Angeles tak memenuhi syarat untuk mendapat potongan pajak dari negara bagian. Kondisi ini pun menyebabkan penambahan anggaran sekitar USD 10-15 juta.
Akibat kesalahan keluarga Michael Jackson terkait kesepakatan dengan Chandler di awal, mereka pun harus menanggung biaya tambahan tersebut. Pihak keluarga Jackson lantas memiliki saham ekuitas dalam film Michael karena telah bersedia menanggung biaya tersebut.
Perbandingan dengan Film Lain yang Serupa
Dengan pengalihan fokus pada musik dan penampilan, The Hollywood Reporter mencatat bahwa Michael telah dibandingkan dengan film lain yang serupa, Bohemian Rhapsody. Film biografi grup musik Queen tersebut, yang juga diproduseri oleh Graham King, mampu menghasilkan lebih dari USD 900 juta atau setara Rp 15,6 triliun secara global. Bintang utama mereka, Rami Malek yang memerankan sosok Freddie Mercury, juga membawa pulang piala Oscar kategori aktor terbaik.
Namun, pihak studio berharap bahwa film Michael mampu meraup pendapatan setidaknya USD 700 juta atau sekitar Rp 12 triliun. Jika demikian adanya, kemungkinan film tersebut akan kembali ke hadapan publik berupa sebuah sekuel.
CAHYA SAPUTRA


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770150/original/051663000_1710247846-20240312-Berbuka_Puasa_di_Istiqlal-HER_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2898274/original/080785500_1567273060-Pawai-Obor4.jpg)

