AS Setujui Penjualan Senjata ke Israel dan Negara Teluk

2 hours ago 3

AMERIKA Serikat (AS) menyetujui penjualan senjata bernilai lebih dari US$ 8,6 miliar kepada sejumlah sekutu di Timur Tengah, yakni Israel, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Persetujuan ini diumumkan oleh United States Department of State pada Jumat, 1 Mei, di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang telah berlangsung sembilan pekan.

Menurut laporan TRT World, pengumuman ini juga terjadi lebih dari tiga pekan setelah gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku.

Rincian Penjualan Senjata

Departemen Luar Negeri AS merinci paket penjualan tersebut untuk masing-masing negara. Qatar menjadi penerima terbesar, yakni layanan pengisian ulang sistem pertahanan udara dan rudal Patriot senilai US$ 4,01 miliar serta sistem Advanced Precision Kill Weapon Systems (APKWS) senilai US$ 992,4 juta.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kuwait memperoleh persetujuan pembelian sistem komando pertempuran terintegrasi senilai US$ 2,5 miliar. Israel juga disetujui membeli APKWS senilai US$ 992,4 juta. Sementara itu, Uni Emirat Arab mendapat persetujuan pembelian APKWS senilai US$ 147,6 juta.

Dalam transaksi ini, BAE Systems menjadi kontraktor utama untuk penjualan APKWS ke Qatar, Israel, dan Uni Emirat Arab. Adapun RTX dan Lockheed Martin menjadi kontraktor utama untuk sistem Patriot di Qatar dan sistem komando tempur di Kuwait. Northrop Grumman turut menjadi kontraktor utama dalam proyek di Kuwait.

Kelanjutan Kebijakan Sebelumnya

Langkah ini melanjutkan kebijakan Washington sebelumnya. Menurut laporan Al Jazeera, pada Maret lalu United States Department of State telah menyetujui penjualan senjata senilai US$ 16,5 miliar ke Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Yordania.

Dalam paket tersebut, sekitar US$ 8,4 miliar dialokasikan untuk Uni Emirat Arab untuk pengadaan drone, rudal, sistem radar, dan pesawat F-16. Kuwait menerima hampir US $8 miliar untuk sistem radar pertahanan udara dan rudal, sedangkan Yordania memperoleh tambahan US$ 70,5 juta untuk dukungan pesawat dan amunisi.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan, “Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan mitra pertahanan utama.” Pernyataan itu juga menyebut, “Uni Emirat Arab adalah kekuatan bagi stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Timur Tengah.”

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |