Astronaut NASA Bakal Pakai Baju Prada dalam Misi di Bulan

7 hours ago 4

MEREK Fashion mewah Prada bersama Axiom Space memperkenalkan pakaian pendingin bagian dalam yang akan dikenakan astronaut program Artemis NASA di bawah baju antariksa mereka saat menjalankan misi di Bulan.

Pakaian bernama Liquid Cooling and Ventilation Garment (LCVG) itu dirancang untuk membantu menjaga suhu tubuh astronaut tetap stabil selama beraktivitas di permukaan Bulan. Baju terusan tersebut dilengkapi jaringan selang yang mengalirkan air dingin ke seluruh tubuh astronaut guna mencegah panas berlebih. Desainnya juga menampilkan garis merah khas lini pakaian aktif Prada pada salah satu lengan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

LCVG akan dikenakan di bawah baju antariksa Axiom Extravehicular Mobility Unit (AxEMU), yang juga dikembangkan melalui kolaborasi antara Prada dan Axiom Space. AxEMU menjadi pembaruan besar pertama pada baju antariksa NASA dalam lebih dari dua dekade. Selama ini, NASA masih menggunakan desain yang serupa dengan baju antariksa era Apollo.

Prada telah bekerja sama selama beberapa tahun dengan Axiom Space, perusahaan swasta yang ditunjuk NASA untuk mengembangkan baju antariksa baru bagi misi Artemis mendatang. Pakaian pendingin tersebut diperkenalkan dalam sebuah acara pada Ahad, 7 Juni 2026, waktu setempat.

“Saat kami memperkenalkan AxEMU, kami mengumumkan bahwa kolaborasi antara Prada dan Axiom Space akan berlanjut melampaui tonggak pertama tersebut,” kata Kepala Pemasaran Grup dan Kepala Keberlanjutan Prada, Lorenzo Bertelli seperti dikutip dari laporan Scientific American, 8 Juni 2026. 

“Kami bangga mempersembahkan pencapaian baru yang lahir dari perpaduan unik antara keahlian perintis Axiom Space dan kemampuan Prada dalam desain, pembuatan pola, serta material canggih, menjelang kembalinya umat manusia ke permukaan Bulan,” ujar Bertelli.

Selain sistem pendingin berbasis cairan, pakaian tersebut juga dilengkapi ventilasi untuk menyalurkan oksigen dan membuang karbon dioksida dari dalam baju antariksa selama astronaut berada di luar kendaraan mereka. 

“Pakaian ini mengelola kondisi termal mereka, mendukung pernapasan mereka, dan melakukan semuanya ketika mereka mendorong kemampuan fisik hingga batas maksimal. Pekerjaan yang kami lakukan bersama Prada telah membawa kemampuan tersebut ke tingkat yang tidak mungkin kami capai sendirian,” kata Wakil Presiden Senior Pengembangan Wahana Antariksa Axiom Space, Russell Ralston..

CEO dan Presiden Axiom Space Jonathan Cirtain mengatakan, perusahaan berpeluang menguji pakaian dalam baru tersebut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) maupun dalam misi Artemis III milik NASA. Misi tersebut akan mencakup uji orbital berawak terhadap perangkat penting yang dibutuhkan untuk mengembalikan manusia ke Bulan, yang ditargetkan NASA dapat terwujud paling cepat pada 2028.

Peluncuran pakaian pendingin ini berlangsung setelah laporan April dari Office of Inspector General (OIG) NASA memperingatkan adanya risiko terhadap target pendaratan manusia di Bulan pada 2028 akibat keterlambatan jadwal pengembangan Axiom Space. Perusahaan itu sebelumnya menargetkan pengujian baju antariksa lunar AxEMU pada 2025, tapi target tersebut tidak tercapai. Dalam laporannya, OIG menyebut jadwal awal itu pada akhirnya tidak mungkin diwujudkan.

Meski demikian, Cirtain sebelumnya menyatakan Axiom Space masih berada di jalur yang tepat untuk mendemonstrasikan baju antariksa tersebut di luar angkasa pada 2027.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |