BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa NTT, Layanan Perbankan Tetap Berjalan

3 hours ago 2

INFO TEMPO - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama para pengungsi selama masa tanggap darurat.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, BNI berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pemangku kepentingan terkait untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Dalam kondisi tanggap darurat, BNI hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan yang paling mendesak agar dukungan dapat segera dirasakan masyarakat terdampak,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Ahad, 16 Agustus 2026.

Melalui program BNI Berbagi, bantuan tahap awal yang disalurkan berupa air mineral, beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, biskuit, popok bayi, hingga peralatan dapur. Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap ke sejumlah wilayah, yakni Ende, Borong, Labuan Bajo, Maumere, dan Ruteng.

BNI menyatakan bantuan akan terus disalurkan sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan. Perseroan juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD untuk menentukan dukungan lanjutan yang menjadi prioritas masyarakat terdampak.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi Keluarga Besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Danantara Indonesia dalam mendukung penanganan dampak bencana secara cepat, terukur, dan tepat sasaran.

Layanan Perbankan Tetap Berjalan

Di tengah penyaluran bantuan kemanusiaan, BNI memastikan operasional layanan perbankan di wilayah terdampak tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan pegawai dan nasabah.

Dari 25 outlet BNI yang berada di area Ende dan Maumere, sebanyak 24 outlet masih beroperasi. Sementara itu, KCP Borong untuk sementara belum dapat beroperasi karena mengalami keretakan bangunan dan membutuhkan perbaikan.

Kondisi serupa terjadi pada jaringan ATM. Dari total 67 mesin ATM di area tersebut, sebanyak 65 mesin tetap beroperasi, sedangkan dua ATM yang berada di KCP Borong untuk sementara tidak dioperasikan.

Sebagai bagian dari business continuity plan, BNI menyiapkan O-Branch atau layanan gerak untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah KCP Borong selama proses perbaikan. Nasabah juga dapat mengakses layanan melalui jaringan kantor BNI lainnya serta kanal elektronik dan digital.

“Keselamatan pegawai dan nasabah menjadi prioritas. Dengan dukungan jaringan kantor, O-Branch, serta kanal elektronik dan digital, kami memastikan kebutuhan layanan perbankan masyarakat tetap dapat terlayani selama proses pemulihan,” jelas Okki.

Operasional KCP Borong akan kembali dinormalisasi setelah kondisi bangunan dinyatakan aman dan layak digunakan. BNI juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam mendukung penanganan pascabencana hingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.(*)

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |