INFO TEMPO - Menyandang julukan Paris van East Java, Kota Malang, Jawa Timur, memiliki alam yang indah, udara yang sejuk, serta kawasan kotanya yang tertata dan nyaman. Kemolekan tersebut adalah buah dari konsep pembangunan daerah yang berkelanjutan. Semangat ini sejalan dengan filosofi “Kita tidak mewarisi bumi dari nenek moyang, melainkan meminjamnya dari anak cucu kita”, yang menjadi roh pembangunan di Kota Malang.
Komitmen itu membuat Kota Malang mengemban peran strategis dalam agenda pembangunan perkotaan nasional, yang diperkuat dengan penetapan Kota Malang sebagai salah satu dari 50 daerah prioritas nasional dalam Program Pembangunan Menuju Kota Metropolitan Tahun 2025-2029.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Hanya, membangun kota metropolitan tidak berfokus pada fisik semata. Lebih dari itu, Pemerintah Kota Malang menempatkan kualitas hidup masyarakat sebagai basis utama pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Semangat tersebut menjadi arah kepemimpinan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin dalam mengimplementasikan visi Menuju Malang Mbois Berkelas. “Mbois merupakan akronim dari Mandiri, Berbudaya, Optimis, Indah, dan Sejahtera. Sedangkan Berkelas mencerminkan komitmen mewujudkan pembangunan yang Berkelanjutan, Kolaboratif, Efisien, Lestari, Adaptif, dan Sinergis,” ujar Wahyu.
Visi tersebut diterjemahkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Rencana Kerja Pemerintah Daerah, Dasa Bakti Unggulan, lima program prioritas daerah, serta berbagai strategi pembangunan yang selaras dengan Asta Cita Presiden menuju Indonesia Emas 2045.
Semua kebijakan tersebut dibangun di atas empat pilar pembangunan berkelanjutan, yakni pengelolaan lingkungan hidup, peningkatan kualitas layanan kesehatan, penguatan akses dan mutu pendidikan, serta penyediaan permukiman yang layak. Keempatnya tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan dalam satu ekosistem pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat setiap kebijakan.
Dari sisi pengelolaan lingkungan, di Malang, sampah tidak lagi dipandang sebagai urusan kebersihan semata, melainkan investasi pembangunan yang berkelanjutan. Pemkot Malang terus memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Upaya ini didukung melalui Gerakan Indonesia Asri, Sekolah Adiwiyata, Kampung Bersinar, kerja bakti massal, dan kolaborasi pentaheliks yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Berbagai langkah tersebut mulai membuahkan hasil dengan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kota Malang yang mencapai 64,61 pada 2025. “Ini mencerminkan meningkatnya kualitas pengelolaan lingkungan menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” kata Wahyu.
Lingkungan yang terjaga menjadi fondasi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Karena itu, Pemkot Malang menjadikan Universal Health Coverage (UHC) sebagai salah satu prioritas utama pembangunan kesehatan, hingga mendapat penghargaan UHC Awards 2026 Kategori Utama.
Pembangunan manusia juga terus diperkuat melalui sektor pendidikan, seperti beasiswa, seragam sekolah gratis, dan bantuan pendidikan. Kebijakan tersebut diiringi peningkatan mutu pembelajaran, penguatan sarana dan prasarana pendidikan, serta transformasi pembelajaran berbasis digital.
Hasilnya, Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pendidikan meningkat dari 87,90 pada 2025 menjadi 90,78 di 2026 dengan predikat Tuntas Utama, sekaligus menempatkan Kota Malang sebagai daerah dengan capaian SPM Bidang Pendidikan terbaik secara nasional. Harapan lama sekolah juga telah melampaui 16 tahun. Sedangkan rata-rata lama sekolah 11,36 tahun.
Komitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat direalisasi melalui dukungan Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah. Pemkot Malang terus memperkuat penanganan rumah tidak layak huni, meningkatkan kualitas kawasan permukiman, memperluas akses air minum dan sanitasi, serta mengurangi kawasan kumuh lewat pembangunan infrastruktur dasar.
"Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang berkelanjutan,” ucap Wahyu. “Kami terus memperkuat sinergi semua pemangku kepentingan agar setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat hari ini dan generasi mendatang.”(*)




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558454/original/058152900_1776419419-cek_fakta_-_petani_milenial_2026.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4120045/original/038413400_1660195971-pexels-david-mceachan-87500.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4576168/original/048568900_1694732112-20230915022441__fpdl.in__medium-shot-woman-posing-with-flowers_23-2150725596_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3416144/original/080053900_1617181542-Pare1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327835/original/090217100_1756190402-Gemini_Generated_Image_14t8d314t8d314t8.jpg)