Cegah Bakteri, Kemenkes Ingatkan SPPG Batas Waktu Masak hingga Distribusi 4 Jam

2 hours ago 2

KEMENTERIAN Kesehatan mengingatkan satuan pelayanan pemenuhan gizi untuk mematuhi standar waktu distribusi pangan maksimal empat guna mencegah pertumbuhan bakteri dan risiko keracunan dalam program makan bergizi gratis. Peringatan ini disampaikan seiring dengan tingginya kasus keracunan dalam program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes Then Suyanto mengatakan, hasil evaluasi Kemenkes menemukan rantai risiko cemaran dalam program MBG dimulai dari penyimpanan bahan baku hingga distribusi akhir ke konsumen. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Kami harap maksimal empat jam dari proses masak, pemorsian, hingga distribusi. Jika lebih dari itu, bakteri sudah mulai bertumbuh dan berisiko bagi kesehatan," kata Then saat menjadi pembicara dalam acara Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (APPMBGI) National Summit di Jakarta Timur pada Sabtu, 25 April 2026. 

Selain itu, Then mengingatkan para pengusaha dapur MBG untuk memastikan kematangan masakan merata. Sebab, kata dia, kematangan pada makanan dalam porsi besar rentan bermasalah. Di samping itu, Then menyebut kebersihan armada yang digunakan untuk mendistribusikan makanan juga menjadi hal vital untuk menghindari kontaminasi silang.

Ia meminta mobil pengangkut MBG tidak dicampur untuk keperluan lain. "Mobil pengangkut harus bersih dan khusus digunakan hanya untuk membawa pangan. Jangan dicampur dengan barang lain yang bisa memicu kontaminasi silang di dalam kendaraan," kata Then.

Masalah lain, Kemenkes menemukan salah satu pemicu keracunan pada program MBG adalah tingginya bakteri E.coli pada air yang digunakan di dapur-dapur pengolah. Menurut Then, meski Badan Gizi Nasional telah menganjurkan penggunaan water treatment, namun ia meminta SPPG tetap menguji air tersebut secara berkala. 

Kasus keracunan setelah menyantap MBG masih terus terjadi hingga kini. Kasus terbaru, sebanyak 187 orang mengalami keracunan hidangan MBG di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Sabtu, 18 April 2026. Korban itu terdiri atas santri, anak di bawah usia lima tahun, serta ibu hamil dan menyusui. 

Adapun hari ini lebih dari 2000 para pemilik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) berkumpul di Kantor Kantor Pusat APPMBGI, Jakarta Timur. Agenda ini turut menghadirkan para pejabat dan menteri di Kabinet Merah Putih untuk menjadi pembicara. 

Beberapa di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria hingga Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Oktavianus.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |