Daftar Kampus yang Ikut Aksi Indonesia Bangkrut Besok

2 hours ago 2

SEJUMLAH badan eksekutif mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi pergerakan mahasiswa akan bergabung dalam aksi Indonesia Bangkrut BEM UI yang digelar di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada 12 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengatakan BEM seluruh fakultas UI berjumlah 15 fakultas akan bergabung dalam aksi ini. Selain itu, ada delapan BEM kampus dan organisasi gerakan lain yang bakal bergabung.

Mereka antara lain BEM Keluarga Mahasiswa IPB University, BEM Politeknik Negeri Jakarta, BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, Front Mahasiswa Nasional (FMN) Pusat, FMN UI, Pembebasan, dan Serikat Mahasiswa Progresif UI (Semar UI).

“Beberapa organisasi dan simpul pergerakan yang ikut konsolidasi nasional di Kampus UI kemarin (10 Juni 2026) masih akan memastikan kehadiran,” kata pria yang disapa Athof ini saat dihubungi pada Kamis, 12 Juni 2026. 

Athof mengatakan rencana detail berapa banyak massa yang akan turun masih akan dibahas dalam rapat teknis malam ini. Aksi Indonesia Bangkrut akan digelar di Bundaran HI dengan titik kumpul lapangan FISIP UI, Depok, Jawa Barat, pukul 10.00 WIB. Adapun pakaian yang digunakan adalah jaket kuning dan baju hitam. 

Aksi Indonesia Bangkrut merupakan hasil konsolidasi nasional yang digelar BEM UI bersama aliansi gerakan berbagai kampus se-Jabodetabek di Pusgiwa UI, Depok, Jawa Barat, 10 Juni 2026. Hasil konsolidasi memutuskan ada lima tuntutan yang bakal disampaikan dalam aksi besok, yakni menuntut Presiden Prabowo Subianto menghentikan proyek makan bergizi gratis (MBG) dan koperasi desa merah putih.

Selain itu, BEM UI juga menuntut Prabowo menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok, dan bahan bakar minyak (BBM). Pun, mereka minta Prabowo menghentikan militerisme di ruang sipil. "Prabowo juga berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah," kata Athof dalam keterangannya pada Rabu, 10 Juni 2026.

Tuntutan itu dirumuskan melihat masalah ekonomi dan demokrasi saat ini di Indonesia. Menurut Athof, Indonesia merupakan negara kaya. Namun, rakyat tidak kunjung sejahtera. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia bahkan runtuh. Kebijakan pemerintah justru memperkuat keruntuhan itu.

"Kebijakan fiskal bocor, independensi BI direnggut. Tak lupa komunikasi dari pemerintah kepada publik justru jauh dari kata layak," kata dia. 

Dia melihat pemerintah menolak kondisi yang ada. Pemerintah, kata dia mendegradasi perjuangan serta kritik yang digaungkan oleh rakyat. "Aparat negara juga digunakan sebagai alat untuk membungkam mereka yang bersuara," kata dia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |