PERAYAAN King’s Day 2026 (Koningsdag) di Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Jakarta Selatan, Kamis malam, 23 April 2026, menempatkan isu air sebagai fokus utama hubungan Indonesia-Belanda. Momentum ini sekaligus menandai 25 tahun kerja sama bilateral di sektor air.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menegaskan air bukan sekadar isu teknis, melainkan fondasi pembangunan nasional.
Dalam pidatonya, ia mengatakan, “Air adalah kehidupan. Air adalah tantangan. Dan air adalah peluang.”
Ia menambahkan bahwa ketahanan pangan, energi, dan air menjadi inti agenda pemerintah, yang mencerminkan arah pembangunan menuju negara yang mandiri dan tangguh.
AHY juga menilai Indonesia dan Belanda memiliki kesamaan sebagai negara maritim yang dibentuk oleh air. Ia menyebut kedua negara menghadapi tantangan serupa, mulai dari perubahan iklim hingga kenaikan permukaan laut, sekaligus melihat potensi air sebagai sumber energi dan konektivitas.
Ajakan Investasi Infrastruktur
Ditemui di sela acara, AHY menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai respons atas tantangan tersebut. Ia menyebut Indonesia menghadapi persoalan kekeringan saat kemarau panjang dan banjir saat curah hujan ekstrem, disertai ancaman penurunan muka tanah serta kenaikan permukaan laut.
“Apakah itu kekeringan ketika terjadi kemarau panjang, atau justru kebanjir ketika terjadi cuaca ekstrim, hujan ekstrim,” ujar AHY.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan Belanda, tidak hanya dalam teknologi dan inovasi, tetapi juga investasi dan pertukaran pengalaman.
“Kami mengundang dan mengajak pemerintah Belanda dan seluruh elemennya untuk juga sama-sama membangun agar Indonesia juga terus aman,” kata dia.
Menurut AHY, proyek-proyek besar seperti tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall membutuhkan dukungan berbagai pihak. AHY menegaskan pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik domestik maupun internasional, untuk terlibat dalam proyek-proyek strategis tersebut.
25 Tahun Kerja Sama Air
Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen menyebut peringatan 25 tahun kerja sama air sebagai bagian penting dalam hubungan bilateral kedua negara.
“Malam ini, kita merayakan ulang tahun Raja Willem-Alexander, kita juga menandai momen penting: 25 tahun kerja sama bilateral di bidang air antara Belanda dan Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa air bukan sekadar sumber daya, melainkan kekuatan yang membentuk geografi, ekonomi, serta masa lalu dan masa depan kedua negara.
“Selama berabad-abad, Belanda hidup berdampingan dengan air. Hampir 30 persen wilayahnya berada di bawah permukaan laut, dengan titik terendah lebih dari enam meter di bawahnya,” kata dia.
Sementara itu, Indonesia sebagai negara kepulauan juga menjadikan air sebagai bagian dari identitas nasional. Menurut Marc, kerja sama yang telah berlangsung selama seperempat abad itu mencerminkan komitmen kedua negara dalam menghadapi tantangan air.
Pilihan Editor: Islandia-Belanda Gabung Kasus Genosida di ICJ Lawan Israel

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770150/original/051663000_1710247846-20240312-Berbuka_Puasa_di_Istiqlal-HER_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2898274/original/080785500_1567273060-Pawai-Obor4.jpg)

