DPR Soroti Katering Haji di Tengah Inflasi Arab Saudi

2 hours ago 4

KENAIKAN harga berbagai kebutuhan pokok di Arab Saudi akibat inflasi yang terjadi di negara itu menjadi perhatian dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. Terutama terkait layanan konsumsi bagi jemaah calon haji.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menyoroti kesiapan layanan katering bagi jemaah haji di tengah tekanan inflasi tersebut. Hal itu disampaikan saat ia memantau penyelenggaraan embarkasi haji di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu, 22 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Singgih, secara umum proses pemberangkatan jemaah hingga Rabu berjalan lancar. Pemeriksaan keimigrasian jemaah calon haji Embarkasi Solo dilaksanakan dengan skema fast track sebelum pemberangkatan mereka ke Tanah Suci. Dengan skema itu jemaah tidak perlu lagi antre setibanya di Madinah. “Dari pantauan tadi, alhamdulillah berjalan dengan baik. Jemaah sudah menyelesaikan seluruh proses,” kata ujar Singgih.

Namun, di balik kelancaran tersebut, Komisi VIII memberi perhatian khusus pada sektor konsumsi. Singgih menyebut inflasi di Arab Saudi berdampak pada kenaikan harga hampir seluruh kebutuhan, termasuk bahan makanan untuk jemaah haji. “Kita memahami kondisi inflasi di Arab Saudi, harga makanan dan kebutuhan lain naik. Ini yang menjadi perhatian kami,” ujarnya. 

DPR, kata dia, telah memanggil penyedia katering untuk memastikan kualitas layanan tidak menurun. Dalam evaluasi terakhir, penyedia katering bahkan diminta memberikan jaminan peningkatan layanan dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami panggil langsung penyedia katering, kita cek sampai detail. Mereka berjanji layanan tahun ini lebih baik,” kata Singgih.

Selain kualitas makanan, DPR juga menyoroti distribusi katering. Ia mengakui sebelumnya masih ditemukan dapur yang berjarak cukup jauh dari hotel jemaah, yang berpotensi memengaruhi kualitas makanan saat diterima. “Ada yang jaraknya agak jauh, tapi kami minta supaya didekatkan dengan hotel. Itu sudah ditindaklanjuti,” kata dia.

Singgih menambahkan, dari hasil pemantauan terakhir, tidak ditemukan titik krusial dalam layanan konsumsi. Namun, DPR tetap memberikan catatan sebagai langkah antisipasi, mengingat tingginya sensitivitas layanan ini bagi jemaah.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya peran jemaah dalam menjaga kondisi fisik, termasuk dengan menjaga pola makan. Ia mengingatkan agar jemaah, terutama lansia, tidak mengabaikan asupan makanan selama menjalankan ibadah. “Kadang-kadang jemaah lansia tidak mau makan. Ini harus diperhatikan, karena kondisi fisik sangat menentukan, terutama saat wukuf di Arafah,” kata dia.

Pemeriksaan kesehatan jemaah, lanjut Singgih, juga dilakukan lebih ketat tahun ini. Meski sempat menuai keluhan karena memakan waktu lebih lama, langkah tersebut merupakan respons atas masukan dari otoritas Arab Saudi. “Memang ada komplain soal lamanya pemeriksaan, tapi ini untuk memastikan jemaah benar-benar siap secara kesehatan,” ujarnya.

Komisi VIII DPR berharap berbagai perbaikan, terutama dalam layanan katering, dapat menjawab persoalan yang muncul pada penyelenggaraan haji tahun sebelumnya. “Kita harapkan semua berjalan lancar, dan kualitas layanan, termasuk konsumsi, bisa lebih baik,” kata Singgih.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |