Emansipasi di Industri Tambang: Cerita Perempuan Harita Nickel Patahkan Stigma Maskulin

4 hours ago 5

INFO TEMPO - Lanskap operasional Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara menunjukkan emansipasi melalui deretan perempuan tangguh yang memegang kendali strategis di garis terdepan penjaga keselamatan kerja dan lingkungan. Hal ini sekaligus memudarkan stigma bahwa industri pertambangan dan peleburan logam identik dengan dunia maskulin yang keras, bising, dan berisiko tinggi.

Kisah perempuan di Harita Nickel menjadi bukti bahwa di industri yang secara tradisional didominasi laki-laki, ruang untuk berkarya setara itu ada. Kesempatan tak lagi diukur dari gender, melainkan kompetensi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pengelolaan Air Limpasan

Bagi PT Trimegah Bangun Persada (TBP), unit bisnis pertambangan Harita Nickel, curah hujan yang tinggi menjadi tantangan harian. Di titik kritis inilah Senior Mine Hydrology Engineer Esmar Sulea Datu Lalong dan Environment Supervisor Mira Marlinda mengambil peran.

Mereka memikul tanggung jawab mengelola air limpasan (run-off), memastikan air dari area tambang yang masuk ke kolam pengendapan (sediment pond) dikelola maksimal. Salah satunya di kolam Tugu Raci 2 seluas 43 hektar. Di fasilitas ini, kualitas air dikontrol ketat melalui metode fisika dan kimia.

“Kami mengelola air limpasan melalui sediment pond sebelum dialirkan keluar. Di sana, kualitas air dipantau dan dikendalikan agar memenuhi baku mutu yang ditetapkan,” kata Esmar dan Mira.

Tantangan serupa dihadapi Rahma Maulida di fasilitas Dry Stack Tailing Facility (DSTF) PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL). Sebagai Laboratory Assistant Engineer, ia bertugas mengawal air limpasan di area penempatan sisa hasil pengolahan (tailing).

“Monitoring kualitas air kami lakukan setiap hari di inlet dan outlet. Kami harus memastikan operasional aman dari longsor dan potensi pencemaran,” ujar Rahma.

Dari Pesisir hingga Reaktor Tekanan Tinggi

Kepedulian ekosistem ditarik lebih jauh ke wilayah pesisir oleh Environment Marine Foreman Putri Wulandari. Alumnus Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Khairun Ternate ini memimpin langkah konkret di lapangan, mulai dari penanaman mangrove, pemasangan media tumbuh karang, hingga pemantauan rutin laut.

“Pekerjaan di lapangan menuntut ketelitian dan konsistensi. Upaya kami adalah bagian dari pengendalian dampak dan pemulihan ekosistem di Kawasan Industri Obi,” ujar Wulan.

Jika Wulan bergelut dengan alam, Yufita Tuhuteru menghadapi risiko operasional pabrik. Sebagai Process Safety Engineer PT HPL, perempuan asli Soligi, desa lingkar utama operasional Harita Nickel di Pulau Obi ini, memegang kendali keselamatan proses di pabrik penghasil baterai kendaraan listrik.

Berbekal gelar magister kimia Universitas Gadjah Mada (UGM), Yufita fokus pada keselamatan instalasi mesin untuk mencegah skenario fatal seperti ledakan atau kebocoran gas. Menjaga pabrik tetap aman berarti ia turut menjaga keselamatan rekan kerja dan warga desa kelahirannya.

Fondasi Kepatuhan dan Wajah Baru Industri

Semua upaya penjagaan dari hulu ke hilir tersebut diikat oleh kepatuhan. Di pabrik peleburan PT Halmahera Jaya Ferronikel (HJF), Claudia Kowaas, Occupational Health and Safety Compliance System Staff, memastikan prosedur K3 bukan sekadar tumpukan dokumen.

“Kepatuhan prosedur adalah fondasi mutlak. Ini nyawa yang menjamin pekerja bisa pulang dengan selamat,” tegas alumnus Universitas Sam Ratulangi tersebut.

Kehadiran perempuan di pos-pos krusial operasional Harita Nickel ini bukanlah anomali, melainkan cerminan dari transformasi industri pertambangan. Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA) Hendra Sinadia mencatat, peran perempuan di sektor tambang berkembang pesat, mengubah paradigma industri menjadi lebih inklusif hingga ke level pimpinan.

Di Harita Nickel, Esmar, Mira, Rahma, Wulan, Yufita, dan Claudia membuktikan perempuan hadir bukan untuk sekadar memenuhi kuota. Mereka mengambil keputusan teknis, memitigasi risiko, dan berdiri di garda depan memastikan operasional selaras dengan keselamatan manusia dan kelestarian alam. (*)

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |