CANTIKA.COM, Jakarta - Musisi sekaligus aktris Eva Celia angkat suara mengenai kondisi politik tanah air yang tengah menuai sorotan publik. Melalui unggahan di media sosialnya, putri musisi Indra Lesmana dan Sophia Latjuba itu menyampaikan kritik keras terhadap kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Dalam unggahannya, Eva menuliskan kalimat satire dengan menyebut DPR sebagai “Dewan Penghisap Rakyat”. Ia menyoroti perilaku para wakil rakyat yang dianggap lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok dibandingkan aspirasi masyarakat.
“Bukan wakil, tapi perampok legal, parasit korporat berseragam formal yang menari di atas tulang punggung rakyat. Bukan suara, tapi gema sunyi dari janji busuk yang membusuk di laci kekuasaan,” tulisnya.
Eva juga menyinggung bagaimana kritik rakyat kerap dibungkam, sementara konstitusi seolah bisa dipermainkan demi menguntungkan pihak tertentu. Menurutnya, kondisi ini membuat rakyat semakin kehilangan kepercayaan pada institusi legislatif.
“Rakyat dibungkam kritiknya, disuap tontonan, dijual masa depannya. Yang teriak dibilang subversif, yang diam malah digiring ikut pesta,” lanjut Eva.
Unggahan tersebut ditutup dengan pernyataan tegas bahwa kondisi politik saat ini tidak lagi mencerminkan negara yang sehat, melainkan panggung boneka yang penuh kepalsuan. “Ini bukan negara, ini panggung boneka. Dan kami muak jadi penonton yang disuruh tepuk tangan,” tulisnya.
Bukan hanya Eva Celia, Meisya Siregar turut bersuara terkait situasi nasional yang kian memanas. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Meisya menyampaikan keresahan atas kondisi yang menurutnya semakin mencekam, hingga menelan korban jiwa dan merusak berbagai fasilitas umum maupun aset pribadi.
Dalam unggahannya, Meisya mempertanyakan absennya respons nyata dari para wakil rakyat di tengah gelombang protes masyarakat. “Gw yg skip ato gimana? Koq ga ada yg nongol nemuin rakyat? Liat situasi yg makin mencekam gini… masih juga ga ada angin sejuk yg mampu meredam kemarahan rakyat. Nyawa-nyawa udah melayang. Fasum, kantor DPRD, properti pribadi udah hancur lebur!” tulisnya.
Lebih lanjut, Meisya menegaskan bahwa situasi tersebut seharusnya menjadi momentum lahirnya perubahan besar. Ia mendorong para pemegang kekuasaan untuk berani menebus dosa dan mengembalikan kepercayaan rakyat yang selama ini terkikis. “Yuk bisa yuk, hadapi rakyat! Penuhi semua tuntutan rakyat!!!” serunya.
Tak berhenti di situ, Meisya juga merinci sejumlah langkah konkret yang perlu segera dilakukan pemerintah dan DPR. Mulai dari reshuffle kabinet, pemecatan pejabat yang gagal mewakili rakyat, normalisasi tunjangan agar lebih wajar, hingga penghentian praktik pemberian jabatan rangkap kepada relawan yang dinilai tidak kompeten.
Ia pun menekankan perlunya tindakan tegas terhadap koruptor dengan merampas aset mereka, menghentikan remisi, hingga mencegah mereka kembali ke lingkaran pemerintahan. Transparansi laporan keuangan, penghentian oligarki, serta pengawasan ketat terhadap gaya hidup mewah para elite juga menjadi sorotan.
“Rampas aset koruptor dan miskin kan sampe 0! Stop kasih- kasih penghargaan dan jabatan rangkap ke relawan ga kompeten! Audit BUMN yg bangkrut melulu! Stop bebanin pajak berat dan ga proporsional!” tulisnya lebih lanjut.
Pilihan Editor: Gaya Edgy Eva Celia, Dress Berpadu Kaus
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.