FILM horor terbaru karya sutradara Anggy Umbara, 402 Rumah Sakit Angker Korea, secara resmi terpilih untuk melangsungkan penayangan perdana global di ajang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026. Festival film internasional bergengsi tersebut diselenggarakan di Korea Selatan pada 2-12 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Penayangan film ini akan dilaksanakan pada Jumat, 3 Juli 2026, pukul 19.00 hingga 21.20 waktu setempat di Bucheon City Hall Main Theater, Korea Selatan. Selain pemutaran perdana, festival tersebut juga mengagendakan pemutaran kedua pada 11 Juli 2026 di LOTTE Cinema Bucheon 3, serta sesi diskusi khusus bersama sutradara dan para pemeran yang hadir langsung di lokasi festival.
Secara garis besar, film 402 Rumah Sakit Angker Korea mengangkat cerita tentang sekelompok kreator konten horor asal Indonesia yang melakukan perjalanan ke Korea Selatan. Mereka mendatangi Rumah Sakit Yong Won yang dikenal terkutuk demi mengejar target jumlah penonton siaran langsung. Konflik dalam film dimulai ketika kelompok tersebut nekat melakukan ritual pemanggilan arwah menggunakan media Jelangkung dan merapalkan mantra dalam bahasa Korea, yang kemudian memicu ancaman dari entitas gaib di Ruang 402.
Eksperimen Ritual hingga Tantangan Peran
Menanggapi pencapaian ini, sutradara Anggy Umbara menjelaskan bahwa konsep utama film ini menggabungkan tradisi mistis Indonesia dengan mitos urban dari Negeri Ginseng. Penggabungan dua unsur kebudayaan horor yang berbeda tersebut sengaja dirancang untuk membangun ketegangan psikologis yang baru bagi penonton global.
"Mengawinkan ritual sakral nan kelam seperti Jelangkung ke dalam pusaran urban legend Korea adalah sebuah eksperimen gila yang ternyata membuahkan teror psikologis yang sangat unreal dan mencekam. Kami sangat bersyukur dan bangga pihak BIFAN mengapresiasi visi ini," ujar Anggy melalui keterangan persnya pada Jumat, 26 Juni 2026.
Sementara itu, aktor utama Arbani Yasiz mengungkapkan bahwa proses pengambilan gambar film ini memberikan tantangan tersendiri bagi aspek mental para pemeran. Atmosfer di lokasi syuting dibangun sedemikian rupa untuk mendukung kesan mistis yang kuat.
"Proses syuting film ini benar-benar savage dan menguras mental. Saya merinding hebat ketika harus merapalkan mantra Jelangkung dalam bahasa Korea di set yang luar biasa creepy. Saya sangat tidak sabar melihat reaksi penonton yang bersiap untuk diteror habis-habisan tanpa ampun di dalam bioskop," kata Arbani..
Selain Arbani, film ini dibintangi oleh Elang El Gibran, Saputra Kori, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, Aylena Fusil, serta menjadi debut layar lebar bagi kreator konten Jang Hansol.
LAODE MUHAMAD ASHEGAF






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5160529/original/036403800_1741831526-hasan-almasi-_X2UAmIcpko-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4670207/original/029073300_1701403206-rasyid-maulana-yVwiHXoTrnU-unsplash.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4400005/original/008170900_1681813298-20230418-Zakat-Fitrah-Herman-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523086/original/018748500_1772788951-cpns_imigrasi.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526386/original/065611600_1773119349-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-10T120535.465.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4003817/original/088336000_1650675922-AP22112543449817.jpg)





