Hoaks Fenomena Bumi, Cek Ragamnya Biar Tak Terpengaruh

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena bumi selalu menarik perhatian, namun tak jarang dibumbui dengan hoaks. Di era digital ini, penyebaran informasi palsu semakin masif, menciptakan kebingungan dan kekhawatiran di masyarakat.Penting bagi kita untuk selalu kritis dan memverifikasi informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan sains dan fenomena alam.

 Memahami fakta ilmiah di balik setiap peristiwa adalah kunci untuk menangkal disinformasi. Melalui pemahaman yang benar, masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah mengungkap beragam hoaks terkait fenomena bumi, berikut daftarnya.

Fenomena Aphelion Timbulkan Dampak Meriang Akibat Cuaca Bumi Lebih Dingin

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim fenomena Aphelion menimbulkan dampak meriang akibat cuaca bumi lebih dingin, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 18 Juli 2025.

Klaim fenomena Aphelion menimbulkan dampak meriang akibat cuaca bumi lebih dingin berupa tulisan sebagai berikut.

"Sekilas infoKita mengalami FENOMENA APHELION, dimana letak Bumi akan sangat jauh dari Matahari.

Kita tidak bisa melihat fenomena tersebut, tapi kita bisa merasakan dampaknya.

Ini akan berlangsung sampai bulan Agustus.Kita akan mengalami cuaca yang dingin melebihi cuaca dingin sebelumnya, yang akan berdampak…meriang, flu, batuk, sesak nafas, dll.

Oleh karena itu mari kita semua tingkatkan imun dengan banyak2 meminum Vitamin atau Suplemen agar imun kita kuat.

Jarak Bumi ke Matahari perjalanan 5 menit cahaya atau 90.000.000 km.

Fenomena aphelion menjadi 152.000.000 km.66 % lebih jauh.

Jadi hawa lebih dingin, dampaknya ke badan kurang enak karena gak terbiasa dengan suhu ini.

Untuk itu jaga kondisi kesehatan kita agar tetap sehat dengan keadaan cuaca yang sedemikian rupa...

Demikian sekilas info semoga bermanfaat"

Benarkah fenomena Aphelion menimbulkan dampak meriang akibat cuaca bumi lebih dingin? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

8 April Bumi akan Mengalami Kegelapan 3 Hari Akibat Terhalang Foton

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim 8 April bumi akan mengalami kegelapan selama 3 hari akibat terhalang foton, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 22 Maret 2024.

Klaim 8 April bumi akan mengalami kegelapan selama 3 hari akibat terhalang foton berupa tulisan sebagai berikut.

"KEJADIAN DI BUMI PADA 8 APRIL 2024Akan terjadi kegelapan slm 3 hr ketika bumi melewati sabuk poton.

Inilah saat bumi masuk & melewati sabuk ini.Tdk akan ada sinar matahari atau cahaya bulan di permukaan bumi.

Foton adalah partikel2 elektromaknetik yg bergerak dg kecepatan cahaya & akan bertindak sbg penghalang atau perisai sementara di bumi yg mencegah cahaya matahari atau bintang melewatinya.

Ini diperkirakan akan berlangsung selama 72 jam atau 5 hari. Tidak ada jeda atau periode cahaya.Selama 3 hari hanya akan ada kegelapan.

Direkomendasikan untuk stok makanan, air, lilin& barang2 penting lainnya.

Semua sinar matahari akan terhalang & panel surya tidak akan menghasilkan energi.Tetap di rumah & hindari bepergian demi keselamatan.Sinar matahari akan kembali ke bumi menandai dimulainya jaman keemasan."

Tulisan tersebut disertai dengan video yang menampilkan benda berbentuk bulat dengan latarbelakang yang lebih terang dan kemudian dilanjutkan dengan benda bulat bersinar dengan pengantar suara berhasa Inggris.

Benarkah klaim 8 April bumi akan mengalami kegelapan selama 3 hari akibat terhalang foton? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......

Kemunculan Api dari Dalam Bumi di Video Ini setelah Gempa Tuban

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video muncul api dari dalam bumi setelah gempa di Tuban, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 23 Maret 2024.

Klaim video muncul api dari dalam bumi setelah gempa Tuban menampilkan sejumlah orang menggali tanah bebatuan di tengah lahan terbuka kemudian muncul api dari tanah bebatuan tersebut dan membakar dedaunan.

Dalam video tersebut pun terdapat seorang lelaki yang diwawancarai terkait keluarnya api dari tanah tersebut dengan bahasa Jawa.

<p>Wawancara seorang lelaki berbahasa Jawa dalam klaim video muncul api setelah gempa di Tuban</p>

Tayangan video diawali dengan narasi suara, berikut transkripnya.

"Darurat, Indonesia dalam bahaya besar setelah gempa di Tuban tiba-tiba muncul api dari dalam bumi"

Dalam video tersebut juga terdapat tulisan sebagai berikut.

"DARURAT!!, INDONESIA DALAM BAHAYA BESAR SETELAH GEMPA DI TUBAN TIBA-TIBA MUNCUL API DARI DALAM BUMI"

Benarkah klaim video muncul api dari dalam bumi setelah gempa di Tuban? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email [email protected].

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |