TIM riset Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang bangun tiga kapal pembersih sampah tanpa awak. Dua kapal telah dikirim ke perairan Bali dan Kalimantan untuk misi pembersihan sampah di laut.
Ketua tim riset, Hasanudin, mengatakan bahwa inovasi ini berawal dari keresahan terhadap permasalahan sampah di perairan Indonesia yang mengancam keselamatan biota laut. Hasan dan timnya lalu merancang sebuah kapal berdesain katamaran dengan waktu hanya satu bulan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Jadi kapalnya ini ada dua lambung sejajar, bagian tengahnya ada alat untuk mengambil sampahnya,” kata Hasan lewat keterangannya, Jumat 12 Juni 2026.
Hasan menjelaskan, cara kerja kapal ini adalah mendekati sampah yang dituju, lalu sampahnya akan diarahkan dan ditampung di bagian dalam. Sampah-sampah itu nanti dibawa ke daratan untuk dipilah.
Menurut Hasan, ada tiga kapal yang sudah dibuat tim risetnya. Dua kapal berukuran panjang 8 meter, lebar 2,6 meter, dengan daya tampung 500 kilogram sampah. “Dua kapal besar ini sudah digunakan Pertamina di perairan Bali dan Kalimantan Selatan,” kata Hasan.
Sementara, satu kapal kecil berukuran 4 x 1,5 meter, dengan daya tampung 300 kilogram sampah. Kapal ini digunakan di danau di kompleks kampus ITS di Surabaya, Jawa Timur.
Hasan menambahkan, kapal pembersih ini mengedepankan prinsip kesederhanaan desain agar mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat lokal. Alasannya, teknologi yang terlalu maju sering kali mangkrak karena biaya pemeliharaan yang tinggi dan ketiadaan tenaga ahli di lokasi.
Selain itu, kapal ini bisa dijalankan dengan mekanisme remote control dengan jarak maksimal 1 kilometer. “Kapal ini juga dilengkapi dengan alat pencacah sampah, sistem pemantauan kamera CCTV, serta suplai energi ramah lingkungan berbasis panel surya,” kata Hasan.
Pada jangka panjang, tim FTK ITS juga merencanakan integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi area kepadatan sampah secara otomatis. Inovasi kapal pembersih sampah ini pun diharapkan mampu menjadi pemantik terbentuknya kolaborasi yang lebih luas. Tidak hanya antara akademisi, namun juga bisa melibatkan pihak industri dan masyarakat dalam menjaga kedaulatan serta kebersihan maritim Indonesia.




























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263253/original/068977400_1750812433-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__10_.jpg)














