JCI Bidik Wilayah dengan Cadangan Nikel Terbesar di Filipina

2 hours ago 2

JUNIOR Chamber International atau JCI Solo resmi menjalin kerja sama Twinning Chapter dengan JCI Surigao, Filipina, dalam penandatanganan Sister Chapter Agreement pada Asia Pacific Conference JCI di Niigata, Jepang, Sabtu, 13 Juni 2026. Kesepakatan itu menjadi penanda berakhirnya proses penjajakan yang berlangsung selama dua tahun.

JCI Solo membidik Surigao, wilayah yang dikenal memiliki cadangan nikel terbesar di Filipina dan menjadi salah satu pemasok penting bahan baku baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di kawasan Asia Tenggara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Presiden JCI Solo Pulung Priyo Utomo menandatangani perjanjian itu bersama Presiden JCI Surigao, Jair Balberan. Menurut Pulung, perbedaan karakter kedua daerah justru membuka ruang kolaborasi yang luas.

"Solo dan Surigao mungkin berbeda pulau dan berbeda karakter. Namun justru di situlah nilai strategis kerja sama ini," kata Pulung di Solo, Ahad, 14 Juni 2026.

Pulung menjelaskan Surigao merupakan pusat industri pertambangan nikel dan memiliki posisi penting dalam jalur maritim Filipina. Sementara Solo dikenal sebagai pusat budaya Jawa yang didukung ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pendidikan, serta industri kreatif yang berkembang.

Potensi kerja sama yang dibidik tidak hanya pada aspek budaya, tetapi juga menyentuh sektor industri masa depan. Dengan keberadaan Politeknik Manufaktur, sejumlah perguruan tinggi, dan jaringan UMKM yang kuat, Solo melihat peluang transfer teknologi pengolahan nikel yang lebih ramah lingkungan serta pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung industri hilir nikel di Surigao.

Selain itu, pelaku UMKM Solo juga berpeluang masuk ke rantai pasok industri pertambangan melalui produksi komponen pendukung non-nikel yang dibutuhkan sektor tersebut.

Kerja sama juga diarahkan pada sektor pendidikan. Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dipandang dapat menjalin kemitraan dengan Surigao del Norte State University.

"Bidang yang disasar antara lain geologi, teknik pertambangan, pelestarian budaya, hingga riset pertambangan berkelanjutan atau green mining," tutur Pulung. 

Di sektor pariwisata, kedua daerah memiliki keunggulan yang berbeda. Solo menawarkan wisata budaya melalui Keraton Surakarta, batik, dan kuliner tradisional. Sebaliknya, Surigao dikenal dengan wisata alam, kawasan penyelaman, serta festival budaya Bonok Festival. 

Kedua organisasi juga membuka peluang promosi wisata bersama yang menghubungkan kekayaan budaya Solo dengan potensi alam Surigao. Konsep yang diusung adalah kolaborasi "From Keraton to Nickel Coast".

Kerja sama ekonomi menjadi agenda lain yang dibahas. Produk batik, kerajinan kulit, dan furnitur dari Solo dinilai memiliki peluang memasuki pasar Filipina melalui Surigao. Sebaliknya, Surigao dapat menjadi pemasok bahan baku tertentu yang dibutuhkan industri kerajinan di Solo.

Pulung mengatakan proses penjajakan kerja sama tersebut telah dimulai sejak dua tahun lalu oleh para mantan Presiden JCI Solo, William Sandika dan Soni Suharyono. Selama periode itu, kedua organisasi memetakan dan menguji berbagai peluang kerja sama untuk memastikan program yang disepakati dapat berjalan efektif.

Menurut dia, proses itu turut didukung Serra Argo Rianda yang saat ini menjabat sebagai perwakilan Indonesia di tingkat global JCI.

"Beruntung pada saat yang sama, kami memiliki Serra Argo Rianda yang duduk sebagai perwakilan di JCI Global sehingga dapat menjembatani dan mempertemukan kebutuhan kedua organisasi untuk bekerja sama," ujar Pulung.

Penandatanganan perjanjian tersebut juga disaksikan Presiden Dunia JCI Alejandra Castillo dan Presiden JCI Indonesia Siegfried Listijosuputro.

Kedua pihak berharap kolaborasi Solo dan Surigao dapat menjadi model kerja sama baru yang menggabungkan kekuatan budaya dan sumber daya alam. Di satu sisi, Solo menawarkan modal budaya dan sumber daya manusia kreatif. Di sisi lain, Surigao membawa kekuatan sumber daya mineral strategis serta akses pasar yang lebih luas.

"Melalui kemitraan ini, dua kota berharap dapat mempercepat transformasi ekonomi sekaligus menciptakan peluang baru di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap nikel sebagai bahan utama baterai kendaraan listrik," ungkap Pulung.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |