Kebakaran TPA Jatiwaringin, KLH Tanyakan Lahan Proyek PSEL

4 hours ago 4

WAKIL Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang menjaga alokasi lahan seluas lima hektare di Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Jatiwaringin untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Seperti diketahui, lokasi TPA Jatiwaringin yang tengah terbakar saat ini adalah titik yang telah dipilih untuk PSEL aglomerasi Tangerang Raya.

"Kami ingin memastikan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang agar lahan itu tidak digunakan untuk hal-hal lain agar program waste to energy Presiden Prabowo tetap bisa berjalan sesuai dengan rencana," kata Diaz saat meninjau lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin itu, seperti dikutip dari siaran tertulis dari Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Sabtu 4 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Diaz menambahkan bahwa saat ini sejumlah fasilitas dan kebutuhan penunjang fasilitas PSEL terus dilakukan agar bisa tetap terjaga keberlanjutannya. Dia menyebut total lahan lima hektare plus dua hektare. Lahan tersebut, ditegaskannya, agar tidak digunakan untuk kepentingan lain. "Kalau pun memang digunakan, agar dipastikan untuk sementara, supaya bisa di-clear-kan dengan cepat untuk penanganan darurat," kata dia.

Zona Bahaya, Tiupan Angin, dan Ledakan Polutan

Tentang kebakaran yang terjadi, Diaz mengakui pemadaman tidak mudah karena karakteristik yang mirip kebakaran lahan gambut. "Mungkin di atasnya terlihat sudah padam tetapi di bagian bawahnya masih ada api," kata dia sambil menambahkan, "Kapan saja bisa terbakar karena ada CH4-nya (gas metana) yang berpotensi menimbulkan ledakan."

Kementerian LH, kata Diaz, menyiapkan Mobile Monitoring System untuk melakukan pemantau kualitas udara dampak asap kebakaran dan pemantauan dengan drone untuk menganalisa titik api di TPA Jatiwaringin. Koordinasi juga dijalinnya dengan pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Lokasi kebakaran berada sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan pacu (runway) bandara itu. 

Dikutip dari Antara, Diaz menekankan zona yang harus dihindari berada dalam radius 1,7 kilometer. "Namun, situasi di lapangan ini juga sangat bergantung pada arah angin," kata Diaz.

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, 30 Juni 2026. ANTARA/Putra M. Akbar

Ia mengimbau masyarakat sebisa mungkin menghindari area TPA Jatiwaringin guna menjaga keamanan dan keselamatan diri. "Saya sudah katakan kepada Pak Bupati, ini harus diantisipasi lebih jauh, karena ini banyak permukiman," ujarnya.

Permukiman padat penduduk di sebelah barat mencakup wilayah Kecamatan Rajeg dan Mauk. "Pak Bupati menegaskan akan mengevakuasi warga yang ada di sana, sama seperti proses evakuasi yang dilakukan di wilayah timur kemarin," tuturnya. 

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Kementerian Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani mengatakan data pada stasiun pemantauan kualitas udara pada siang hari menunjukkan paparan polusi udara di TPA Jatiwaringin telah jauh melebihi ambang batas. Konsentrasi debu halus PM2,5 tercatat lebih dari 1.000 mikrogram per meter kubik selama sehari, atau sekitar 20 kali lipat dari baku mutu nasional.

Selain itu, kata Rasio, pihaknya juga mengukur polutan Nitrogen Oksida (NOx) dan Sulfur Oksida (SOx) yang timbul akibat kebakaran timbunan sampah plastik di TPA Jatiwaringin. Hasilnya dinilai lebih parah dibandingkan dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). "Pertama dia ada biomassa, ada gas metannya. Kemudian ada plastik dan sebagainya," kata dia, juga dikutip dari Antara.

Status Naik Menjadi Tanggap Darurat Bencana

Bupati  Tangerang Moch Maesyal Rasyid telah menetapkan periode tanggap darurat bencana selama 14 hari per 1 Juli lalu atau sehari setelah kebakaran terjadi. Status itu naik dari sebelumnya Siaga.

Darurat bencana berdasarkan evaluasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan  Hidup, dan instansi terkait bahwa luas lahan terbakar sudah mencapai 15 dari total luas TPA Jatiwaringin 33 hektare. Asap terbawa angin ke permukiman warga dan api sulit dipadamkan karena material sampah kering dan angin kencang sehingga panas api menyebar cepat.

Sebanyak duavtempat pengungsian sementara disiapkan untuk masyarakat terdampak asap yaitu di Kantor Desa Tanjakan dan Kantor Desa Rajeg Mulya. Terhitung sampai Sabtu malam tercatat ada sekitar 102 warga yang saat ini mengungsi dan untuk data sementara warga yang terkena ISPA ada sekitar 22 orang yang ditangani oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |