Kisah Pekerja Kerah Biru dalam Film Monster Pabrik Rambut

3 hours ago 3

SUTRADARA Monster Pabrik Rambut, Edwin, membahas perihal sengkarut sistem kerja lewat karya terbarunya yang akan tayang di bioskop Indonesia pada 4 Juni 2026. Film produksi Palari Films itu menghadirkan sederet pemeran seperti Iqbaal Ramadhan, Lutesha, Rachel Amanda, Sal Priadi, Luqman Kev, hingga Didik Nini Thowok.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Edwin mengatakan film terbarunya menjadikan pabrik sebagai latar tempat, karena sistem kerja di pabrik menggambarkan pekerja kerah biru. “Meski di pabrik tapi saya rasa yang dibicarakan adalah sistem kerja dua pihak antara yang kasih kerja maupun yang bekerja, jadi bisa juga dalam situasi kerja kantoran yang memang tereksploitasi atau mengeksploitasi dirinya sendiri,” katanya di Kemang, Jakarta Selatan pada Senin, 20 April 2026.

Genre Horor dengan Plot Beda

Menggandeng novelis Eka Kurniawan dalam penulisan skenarionya, ia mengatakan mereka memutuskan membuat film horor dengan plot cerita yang berbeda. “Biasanya kalau film horor itu kami bikin orang-orang di dalamnya tak punya pilihan selain apa ya kayak terjebak dalam sebuah pabrik, tapi di sini bisa keluar,” tuturnya.

Sutradara Posesif itu mengatakan sisi yang lebih menyeramkan disampaikan lewat karakter para pekerja yang menormalisasi kecelakaan dalam kerja. “Itu yang menyeramkan menurut kami bahwa sebagai manusia sampai segitunya untuk memperjuangkan pekerjaan,” kata Edwin.

Gaet Didik Nini Thowok dan Iqbaal Ramadhan

Selain itu, kali ini Edwin menggandeng penari Didik Nini Thowok sebagai karakter Mariati dalam film ini. Ia mengatakan ketika menulis skenario Eka Kurniawan langsung terpikir untuk mekibatkan Didik. “Kami berjumpa dengan Mas Didik pas naskahnya belum jadi dan beliau banyak sekali memberikan input,” tuturnya.

Iqbaal Ramadhan yang memerankan karakter Bona mengatakan Edwin dan Eka Kurniawan berupaya mengkritisi realita dalam dunia kerja. “Misalnya pabrik memang melakukan standar-standar SOP untuk keselamatan cuma diterapkan atau tidak. Tapi karena kebutuhan mengefisiensi waktu dengan kebutuhan di belakangnya yang akhirnya membuat kecelakaan,” katanya.

Lewat film ini, kata Iqbaal, dirinya berupaya mengerti apa saja yang dialami pekerja kerah biru sehingga tak bisa sepenuhnya disalahkan jika terjadi kecelakaan kerja. “Tak semua orang punya pilihannya juga gitu untuk bisa bekerja dengan aman,” ujarnya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |