SENIMAN sekaligus pendukung atau bobotoh, Ridwan Solehudin alias Iwonk, 34 tahun, membuat patung empat sosok yang dinilainya berpengaruh dalam perjalanan klub sepak bola Persib Bandung. Karya garapannya sejak Desember 2025 itu kini tengah dipajang dalam pameran bertajuk Cultura Persib di Grey Art Gallery Bandung sejak 8 Juni hingga 10 September 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Patung itu dipasang berjejer di ruang galeri utama yang berada di lantai dasar. Sebanyak tiga di antaranya adalah sosok mantan pelatih yaitu Jajang Nurjaman, Indra Thohir, dan Bojan Hodak, yang mengantarkan Persib meraih gelar juara kompetisi sepak bola di Indonesia. Kemudian ada sosok patung Umuh Muchtar, komisaris sekaligus manajer tim Persib.
Ridwan sengaja agak membesarkan wujud patung karyanya dari ukuran sosok aslinya. “Ada pertimbangan visual tersendiri untuk karya monumental agar bisa dilihat publik,” ujarnya saat ditemui Tempo, Senin 8 Juni 2026.
Lulusan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung itu membuat patung Bojan Hodak setinggi 2,15 meter berbobot sekitar 25 kilogram. Sementara tinggi patung Jajang Nurjaman kurang dari 1,9 meter, dan Indra Tohir serta Umuh Muchtar sekitar 190 sentimeter, dengan berat kurang lebih sama sekitar 20 kilogram. Secara bertahap, urutan pembuatan patungnya dari sosok Bojan Hodak, kemudian Indra Thohir, Jajang Nurjaman, lalu terakhir Umuh Muchtar. “Pembuatannya inisiatif atas dasar kecintaan pada Persib dan sepak bola,” kata Ridwan.
Sebelumnya,Bandung telah memiliki monumen patung sepak bola buatan Nyoman Nuarta yang berdiri di Jalan Tamblong setelah Persib menjadi juara pada 1990. Pembuatannya atas permintaan Wali Kota Bandung saat itu yang juga Ketua Umum Persib, Ateng Wahyudi. Patung setinggi 2,5 kali tinggi orang dewasa itu menurut Nuarta dibuat dari bahan tembaga yang mudah dibentuk kemudian dan kuningan untuk memperkeras patung agar bentuknya tidak berubah.
Berbeda nasib dengan Nuarta, Ridwan hanya bisa menggunakan bahan resin sesuai kemampuan donatur. Karena itu karya patungnya tidak bisa dipasang di luar ruangan karena berisiko hancur. Agar patungnya terkesan monumental, ia melapisi bagian luar patungnya dengan sapuan tembaga. “Kalau pakai bahan logam satu patung sebesar ini biayanya butuh Rp 100 juta lebih,” kata dia.
Dalam pengerjaan karyanya itu, Ridwan sangat dipengaruhi oleh hasil pertandingan Persib. Situasinya bisa menjadi rumit ketika tim gagal meraih kemenangan. Apalagi pada bagian wajah, patungnya harus dibuat semirip mungkin dengan tokoh aslinya. Ridwan menggunakan komputer dan aplikasi lalu gambarnya dicetak untuk menjadi 15-20 modul yang dirangkai serta diperkuat media resin. “Waktu itu sudah bertekad, Persib juara atau tidak, karya harus tetap diselesaikan,” katanya.
Profesi sebagai pematung digelutinya sejak awal 2020 setelah alih pekerjaan dari bagian penata panggung dunia hiburan. Selain hobi, Ridwan belajar mematung dari beberapa teman dan mempelajari literatur. Pemicunya sebagai pematung setelah ia bekerja beberapa bulan di suatu studio patung.
ANWAR SISWADI































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263253/original/068977400_1750812433-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__10_.jpg)









