Marleve Soroti Kekompakan Tim Indonesia di Piala Thomas-Uber

3 hours ago 3

MENJELANG bergulirnya Piala Thomas dan Uber 2026 di Horsens, Denmark, harapan terhadap tim bulu tangkis Indonesia kembali menguat. Namun, di tengah komposisi pemain yang dinilai kompetitif, kekompakan tim menjadi satu faktor penentu ketimbang sekadar kualitas individu.

Mantan pelatih nasional, Marleve Mainaky, menilai peluang Indonesia di nomor beregu putra sangat bergantung pada kemampuan para pemain menjaga kebersamaan sepanjang turnamen. Ia menyebut target realistis Indonesia adalah menembus semifinal, sebelum berbicara lebih jauh soal peluang juara.
“Secara realitas kita harus siap minimal bisa ke semifinal. Setelah itu biasanya di beregu, faktor kekompakan sangat menentukan,” ujar Marleve di Jakarta, Rabu, 22 April 2026, seperti dikutip dari Antara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam turnamen beregu seperti Piala Thomas, tekanan tidak hanya datang dari lawan, tetapi juga dari dinamika internal tim. Marleve menegaskan, peran pelatih menjadi krusial dalam membangun atmosfer yang membuat pemain mampu tampil lepas. “Tinggal bagaimana pelatih dengan pemain bisa membuat suasana yang mendukung supaya mereka bisa tampil maksimal,” kata peraih gelar Indonesia Open 2001 itu.

Komposisi tim putra Indonesia tahun ini mencerminkan fase transisi. Nama-nama berpengalaman seperti Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting tetap menjadi andalan di sektor tunggal. Namun, kehadiran pemain muda seperti Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah menandai upaya regenerasi yang mulai diberi ruang. “Memang harus seperti itu, ada yang senior dan ada yang muda. Pengalaman seperti Jojo penting, tapi saya lihat Alwi sudah bisa diberi kesempatan untuk jadi tunggal utama ke depan,” ujar Marleve.

Di sektor ganda, pasangan Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri menjadi tumpuan utama. Sementara itu, pasangan non-pelatnas Sabar Karyaman Gutama / Mohammad Reza Pahlevi Isfahani serta duet muda Raymond Indra / Nikolaus Joaquin menambah kedalaman skuad. Meski Indonesia datang tanpa gelar dari rangkaian tur Eropa dan Kejuaraan Asia 2026, Marleve menilai hal itu tidak serta-merta menutup peluang.
“Pengalaman saya, di beregu itu setiap individu kita sebenarnya kuat. Kebersamaan kita juga bagus, jadi masih ada peluang,” ujarnya.

Adaptasi Teknis di Horsens

Di sisi lain, tantangan teknis langsung dihadapi skuad Merah Putih saat menjajal arena pertandingan di Forum Horsens. Karakter shuttlecock yang cenderung melaju cepat menjadi perhatian utama dalam sesi latihan resmi yang berlangsung singkat. Pemain ganda putri Rachel Allessya Rose mengakui perbedaan tersebut cukup terasa sejak awal. “Hari ini coba lapangan hanya sebentar, tapi langsung terasa bolanya agak kencang. Itu yang harus cepat kami adaptasi,” ujarnya dalam keterangan resmi PP PBSI.

Rekannya, Febi Setianingrum, menambahkan bahwa faktor pencahayaan dan arah angin tidak menjadi kendala berarti. Namun, ukuran arena yang relatif kecil, dengan kapasitas sekitar 4.000 penonton, diperkirakan akan menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih padat. “Arenanya kecil, jadi dukungan suporter bisa lebih terdengar dan itu bisa menambah motivasi kami,” kata Rachel.

Di sektor putri, Indonesia datang dengan kombinasi pemain yang juga berada dalam fase penguatan. Putri Kusuma Wardani menjadi andalan di tunggal, didukung Ester Nurumi Tri Wardoyo, Thalita Ramadhani Wiryawan, dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Di sektor ganda, rotasi pasangan menjadi opsi strategis dengan nama-nama seperti Siti Fadia Silva Ramadhanti, Febriana Dwipuji Kusuma, Amallia Cahaya Pratiwi, Meilysa Trias Puspitasari, serta Rachel.

Bagi Febi, Piala Uber 2026 menjadi debutnya di ajang ini. Meski demikian, pengalaman tampil di Kejuaraan Asia memberi bekal tersendiri. “Senang dan excited bisa gabung tim Uber. Pasti ada tegang karena debut, tapi kekompakan tim bikin saya lebih yakin,” ujarnya.

Indonesia akan langsung dihadapkan pada jadwal padat sejak fase grup. Di Piala Thomas, tim putra dijadwalkan menghadapi Aljazair pada 24 April, kemudian Thailand pada 26 April, dan Prancis pada 28 April. Sementara itu, tim Uber yang tergabung di Grup C akan menghadapi Kanada (25 April), Australia (26 April), dan Taiwan (28 April).

Marleve mengingatkan bahwa kualitas individu mungkin cukup untuk membawa tim melangkah, tetapi hanya kekompakan yang bisa menjaga mereka tetap bertahan. “Kita berharap yang terbaik, tentu juara. Tapi di beregu itu bagaimana mereka bisa sehati, itu yang penting,” katanya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |